Diteriaki Ganyang saat Latihan

10:39, 29/12/2010

PERSIAPAN Malaysia menghadapi partai penentuan melawan Indonesia terganggu. Tim besutan Krishnasamy Rajagopal itu tidak bisa menjalani latihan kemarin (28/12).

Baik  Indonesia maupun Malaysia tidak bisa menjajal lapangan Stadion Utama Bung karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, karena rumput stadion baru saja diperbaiki paska diinjak-injak ribuan calon penonton yang marah karena panpel yang tidak  becus dalam menjual tiket. Sebagai ganti, kemarin pagi Indonesia berlatih di lapangan  timnas, Senayan, Jakarta.

Nah, jadwal semula, Malaysia akan berlatih di lapangan timnas sore pukul 16.00 WIB. Tapi, karena kawatir terjadi sesuatu karena ratusan bahkan ribun pendukung Indonesia terkonsentrasi di sekitar lapangan timnas sejak pagi, sekitar pukul 15.30, panpel dan AFF memustuskan latihan  Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, dipindahkan ke Stadion Lebak Bulus. Jika memaksa latihan di lapangan  timnas,  bisa jadi Malaysia akan menjadi sasaran amukan para pendukung Indonsia yang masih panas karena mereka merasa tim kebanggaannya dikerjai saat bertanding di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Minggu malam (26/12). “Yang saya tahu, latihan memang dipindahkan ke Lebak Bulus,. Tapi alasan pastinya saya kurang tahu. Bisa jadi karena pertimbangan keamanan,” kata Dinnesh Kumaram, media Officer AFF, kepada koran ini kemarin.

Sial bagi Malaysia. Di jam-jam itu, Jakarta memang tengah macet-macetnya karena para pekerja mulai pulang kantor. Selain itu jalur ke Lebak Bulus dikenal sebagai rute yang kemacetannya parah. Baru sampai  daerah Blok M dan bus yang mereka tumpangi tidak bisa bergerak lancar, Malaysia akhirnya memutuskan kembali ke hotel. Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan Malaysia tiba lagi di Hotel The Sultan dan akhirnya hanya melakukan latihan seadanya di samping hotel.

Latihan mereka itu juga tidak berjalan mulus karena sekelompok orang mendatangi Rajagopal dan pasukannya dan meneriaki mereka dengan kata-kata “Ganyang! Ganyang!”. Tak lama turun deras. Latihan pun kocar-kacir alias bubar. (ali/jpnn)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar