Jenazah WNI Korban Kapal In Sung 1 Diterbangkan ke Jakarta

11:15, 31/12/2010

Jakarta – Sejumlah WNI menjadi korban tenggelamnya kapal Korea Ing Sung 1. Para WNI itu menjadi ABK di kapal tersebut. Jenazah dua WNI sudah ditemukan dan segera akan diterbangkan ke Jakarta. Sedangkan 5 WNI lainnya masih dinyatakan hilang.

Dua korban tewas yang sudah ditemukan bernama Dodi Purnomo dan Jodi. Berdasarkan rilis KBRI Wellington Selandia Baru yang diterima wartawan, Kamis (30/12), kedua jenazah akan diterbangkan dari Auckland pada 30 Desember 2010 dan akan tiba di Jakarta pada Jumat (31/12) malam.

“Kedua jenazah akan tiba di Bandara Soekarno – Hatta Jakarta Jumat malam, 31 Desember 2010 dengan menggunakan maskapai penerbangan Korean Air KE-627. Jenazah diberangkatkan dari Auckland pada 30 Desember 2010 menuju Seoul pukul 17.50 waktu Selandia Baru,” kata Murdi Primbani, Sekretaris II Pensosbud KBRI Wellington dalam rilis tersebut.

Kapal pukat In Sung 1 yang berbendara Korea tenggelam dua minggu lalu di Southern Ocean. Lokasi tenggelamnya kapal penangkap ikan itu berada sekitar 2.700 km dari kota Bluff, Selandia Baru dan 1.850 km dari Benua Antartika. Dari 42 ABK yang ada di kapal itu, terdapat 11 ABK berkewarganegaraan Indonesia (WNI).

Dari 11 ABK itu, empat orang ditemukan selamat, 2 orang ditemukan tewas, dan 5 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Empat ABK yang ditemukan selamat telah dibawa pulang ke Indonesia pada 25 Desember 2010 lalu.
Koordinator Fungsi Konsuler Kedutaan Besar RI di Wellington, Gufron Hariyanto, langsung mendampingi pemulangan 4 WNI yang selamat itu. Hingga saat ini Gufron masih berada di Jakarta untuk mengurus ketibaan Dodi dan Jodi.

Sebelumnya, Fungsi Konsuler sempat berkoordinasi dengan BCR Ltd – agen operasional In Sung 1 untuk mengurus keperluan korban selama di kota Bluff dan Invercargill dalam rangka proses kepulangan baik jenazah maupun mereka yang selamat ke tanah air.

Sementara itu, sampai saat berita ini diturunkan, KBRI belum mendapatkan informasi perkembangan atas pencarian 5 ABK WNI yang masih dinyatakan hilang, yaitu Imam Supardi, Ibnu Adi Saputra, Rudi Sanadi, Muhamad Maskur, dan Muhamad Agus Hermawan. Terkait hal tersebut, KBRI terus melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Centre, Maritime New Zealand. (net/jpnn)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar