Harusnya Lima gol

11:05, 08/01/2011

PSMS v Persires

MEDAN-Pendukung PSMS Medan akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Tim kebanggaan masyarakat Medan ini mengakhiri paceklik kemenangan dengan menundukkan Persires Rengat 3-0 dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama di Stadion Teladan Jumat (7/1) malam. Gol masing-masing dikemas Kurniawan Dwi Yulianto di menit ke-5, dan Gaston Castano di menit 57 dan 73.

Dalam pertandingan tadi malam, Persires Rengat main 2 X 45 menit tanpa pergantian pemain. Tiga pemain cadangan di banch Persires ternyata hanya bisa duduk manis karena didera cedera. “Ya kami memang sengaja tidak mengganti pemain, karena memang tidak ada yang bisa diganti. Semua pemain cadangan cedera,” kata Manajer Persires, Zulfahmi Adrian saat jumpa pers usai laga.

Pada laga itu, skuad Persires berulang kali tergelatak di lapangan lantaran mengalami cedera ringan. Dalam kondisi kelelahan fisik yang teramat sangat, Persires tetap bertahan tanpa pergantian pemain. Sayang, kondisi ini gagal dimanfaatkan PSMS untuk mengemas banyak gol guna mengejar ketertinggalan defisit gol di klasemen sementara.

Zulfahmi bahkan bersyukur karena timnya tidak kebobolan lebih dari tiga gol. Dia melihat, dengan kondisi yang ada dan kualitasnya pemain jauh di bawah PSMS, pantas saja andai pasukannya digelontor 5 gol tanpa balas.
“Kami bangga pada penampilan anak-anak yang sudah bermain baik. Kami bisa menahan PSMS untuk tidak mencetak gol lebih dari tiga gol, padahal seharusnya PSMS bisa melakukan lebih. Saya salut dengan perjuangan anak-anak,” sambungnya.

PSMS berhasil membuka laga dengan gol Kurniawan yang sukses memaksimalkan umpan tarik Faisal Azmi. Lewat sudut sempit, pemain berjuluk Si Kurus itu berhasil men-lop bola di menit lima.

Unggul 1-0, PSMS masih mendominasi permainan. Upaya menambah gol di babak pertama terus digeber. Pada menit 22, bek Persires menyentuh bola di kotak penalti sendiri. Wasit Bachtiar A yang mempin laga langsung menunjuk titik putih. Gaston diplot sebagai algojo. Stadion Teladan yang tadinya bergemuruh, sesaat terdiam menyaksikan sontekan Gaston. Tapi apa daya, tendangan kaki kirinya begitu lemah dan gampang dibaca kiper Persires, Hendra Wahyudi. Peluang emas gagal jadi gol.

Di menit 37, giliran tim tamu menyerang. Adalah Kiki Susanto yang sempat membuat Andi Setiawan di bawah mistar PSMS ketar-ketir. Sepakan keras Kiki dari luar kotak penalti lewat sebuah free kick, masih membentur mistar gawang. Bola reborn pun gagal dicipta jadi gol. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk Ayam Kinantan.

Di babak kedua, PSMS masih mendominasi. Pada menit 50, Jose Sebastian membuat sedikit kemelut di mulut gawang setelah tendangan bebas jarak jauhnya gagal ditepis sempurna penjaga gawang lawan. Namun kemelut itu gagal jadi gol.
Tujuh menit kemudian, barulah gol kedua PSMS tercipta. Gaston Castano berhasil memainkan umpan satu-dua dengan Ari Yuganda di kotak penalti. 2-0 untuk PSMS.

Selanjutnya, pertandingan berlangsung dengan tempo yang biasa-biasa saja. Tapi PSMS tetap pegang kendali serangan.

Pada menit 71, Kurniawan ditarik keluar dan digantikan striker muda, Rinaldo. Masuknya Rinaldo tepat. Tenaga baru ala anak muda berhasil menambah pundi-pundi gol PSMS malam itu. Lewat kerjasama apik dengan Rinaldo, Gaston kembali berhasil mencetak gol pamungkas bagi PSMS. Skor 3-0 bertahan hingga peluit akhir laga ditiupkan wasit.

Pihak PSMS lewat asisten pelatih, Edy Syahputra mengaku puas dengan kemenangan ini. Soal gol yang mungkin saja bisa lebih dari tiga, Edy tak menampiknya. “Kita memang banyak peluang, tapi gagal dimanfaatkan karena anak-anak terlalu buru-buru. Mungkin mereka terlalu bersemangat,” kata Edy. “Tapi kemenangan ini patut disyukuri. Semoga ini awal bagus bagi PSMS untuk menatap laga selanjutnya,” tuntasnya. (ful)


YM

Comments (1)

  1. umar says:

    gitu dong.permulaan yg baik bagi bang harto dan bang edy.teruskanlah trend nya.

 
PLN Bottom Bar