Tiga Pengunjung Tewas di Danau Toba

12:05, 04/01/2011

SAMOSIR-Perayaan Tahun Baru 2011 berubah menjadi petaka. Tiga pengunjung masing-masing Lamhot Sidabutar (22), mahasiswa Universitas Riau (Unri) Pekanbaru, warga Pematang Siantar, Eli Haholongan Gea (13), warga Desa Dalik Raya Simpang Pagalbuan, Simalungun serta Winda Angraini (14), siswi kelas 2 SMP Taman Siswa Kota Siantar tewas tenggelam saat merayakan libur Tahun Baru di Danau Toba.

Winda, warga Jalan Bola Kaki Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat tewas tenggelam di Garoga Tigan
Ras Danau Toba, Kecamatan Dolok Perdamean, Simalungun. sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (1/1).
Menurut saksi mata teman korban, Ayu mengatakan, korban menaiki sebuah pelampung ban mobil dan mandi-mandi di pinggir danau dan mereka terus mengarah ke tengah danau. Tiba-tiba ia dan korban lepas dari ban, naas korban jatuh dan tenggelam karena tidak bisa berenang.

Begitu juga Lamhot, tenggelam saat mandi-mandi menikmati keindahan Danau Toba, Minggu (2/1). Hari itu juga jenazah Lamhot langsung ditemukan dan diboyong keluarganya ke tempat ompungnya di Huta Sidaurauk, Kecamatan Simanindo, Samosir.

Sementara itu, Eli Haholongan Gea tenggelam di Pantai Long Beach Tenda Biru Ajibata, Kecamatan Ajibata Tobasa, Minggu (2/1) saat mandi-mandi bersama keluarganya.

Keterangan orangtua Eli, Walfinus Gea (50) mengaku, mereka tiba di Pantai Long Beach Ajibata sekitar pukul 12.55 WIB dengan menumpang bus Sinar Raya. Sebahagian ada yang menaiki kapal dan mengitari Danau Toba hingga ke Tomok Samosir. Sebagian lagi memilih mandi-mandi sembari menikmati keindahan Danau Toba, termasuk keluarga besar Walfinus dan anaknya Eli berikut dengan adik-adik Eli.

“Saya selalu menjaga anak-anak, dan sedikit saja mereka ke tengah saya sudah menjerit sekaligus memanggil dan memperingatkan karena kebanyakan di antara mereka tak bisa berenang termasuk Eli dan adik-adiknya,” ujar Walfinus.

“Saya memang was-was dan tetap menjaga. Tapi entah kenapa, saya tiba-tiba teringat air minum ada di bus. Pikiranku anak-anak sudah haus karena kami belum sempat makan, karena anak-anak langsung nyebur ke danau karena gembiranya. Nah, pada saat aku ke mobil itulah Eli tidak kelihatan lagi, padahal dari bibir pantai hanya berjarak 7 meter,” katanya.

Setelah saya kembali saya kasi anak-anak minuman air mineral tersebut. Dan saai itulah, Eli tidak ada lagi. Detak jantungku langsung berdetak kencang, karena semuanya tidak mengetahui dimana posisi Eli. Lalu ada kawan-kawannya yang kebetulan naik sepeda air jenis. Mereka bilang Eli ada di sekitar 10 meter dari bibir pantai dan menunjuk TKP-nya. Saat itulah nafasku seolah terbang kemana-mana dan hingga kini Eli pun belum ditemukan,” ujarnya.

“Opung yang merantaunya kami di sini, kasihanilah kami Opung kalau Eli sudah tenggelam di Danau Toba tunjukkanlah mayatnya biar ku cium dan ku bawa pulang Opung. Seandainya Eli masih hidup atau nyasar di tempat lain, tunjukkanlah dia Opung,” ujar Walfinus sambil menadahkan tangannya berdoa kepada Tuhan.
Ibu Eli, Risma br Tampubolon tak ikut dengan rombongan ke Danau Toba karena dalam keadaan sakit. Sebenarnya, Walfinus juga tak kuasa meninggalkan istrinya di rumah. Namun karena desakan anak-anaknya dan kebetulan keluarga datang bertahun baru sekaligus berlibur akhirnya Walfinus pamitan kepada istrinya.

“Tuhan tolonglah  kami yang miskin ini, selamatkan anakku Tuhan, karena istriku sakit-sakitan,” kata Walfinus. Warga yang mendengar teriakan Walfinus menjadi sedih dan turut meneteskan air mata.

Tim SAR yang dipimpin James Sinaga dan beranggotakan Nadapdap dan Holmes Hutapea, akhirnya berhasil mengaktat jasad Eli. Eli yang tercatat sebagai siswa kelas II di SMP Negeri Raya ini ditemukan di kedalaman 17 meter dan berkisar 25 meter dari bibir pantai berdekatan dengan Hulu Sungai Sigilang Ajibata atau sekitar 30 meter dari kawsan pelabuhan Fery Ajibata Tobasa, sekitar pukul 15.15 WIB.

“Saya yang mengangkat korbannya dari kedalaman danau itu, dia sempat tertimbun lumpur dan sebagian pipi Eli sudah dicatok ikan. Begitu sampai di atas permukaan danau, darah muncrat dari hidung, mata dan telinganya,” ujar Holmes.

Jenazah Eli langsung dibawa ke RS Persiapan Ajibata. Setelah itu keluarga korban membuat surat pernyataan selanjutnya baru diserahakan kepada keluarga. (j-35/smg)


YM

 
PLN Bottom Bar