Dragon Boat Sumbang Emas Pertama

10:23, 29/01/2011

GUANGZHOU – Akhirnya Indonesia menuai medali emas Asian Games (AG) XVI/2010. Dahaga emas itu terobati setelah perahu naga atau dragon boat memastikan diri menjadi juara di nomor 1.000 meter pria kemarin (18/11) di Danau Zengcheng.

Indonesia Raya berkumandang setelah Silo dkk mencatatkan waktu 3 menit 32,01 detik untuk melahap lintasan. Peringkat kedua ditempati Myanmar dengan torehan waktu 3 menit 34,54 detik dan di urutan ketiga adalah Korea Selatan (Korsel) dengan waktu 3 menit 37,254 detik.

Medali itu semakin istimewa karena AG kali ini menjadi ajang pertama dihelatnya dragon boat, seperti juga dansa, kriket, dan roller games. Tak heran suka cita melanda kubu Indonesia yang sudah menanti medali emas selama enam hari setelah opening ceremony. Tepat setelah mencapai garis finis dan naik dari danau para atlet skuadra yang dibesut di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat itu lantas berpelukan.

“Hasil ini sangat istimewa karena kami bisa menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia. Ini juga menjadi medali emas pertama pada AG,” ujar Achmad Sutjipto, ketua umum PB Podsi. “Ini benar-benar luar biasa. Emas ini untuk rakyat Indonesia,” ujar Abdul Azis, pengemudi tim perahu naga Indonesia.

Dayung memang menjadi salah satu tumpuan menuai medali emas. Itu berpatokan dari hasil yang dituai pada Korea Terbuka dengan menuai medali emas pada nomor 1.000 meter.  Tim Indonesia memimpin perlombaan sejak awal. Pada 250 meter dari titik start Indonesia mencatatkan waktu 51,156 detik.

Posisi Merah Putih tak tergoyahkan sampai separo lintasan. Pada tiga perempat lintasan Indonesia tetap memimpin dan tak terlewati sampai perlombaan berakhir.

Menurut M. Supriyadi , pelatih perahu naga, kunci kemenangan kali ini ada pada faktor mental. Dia menginstruksikan anak asuhnya agar tampil tanpa beban. Dia sudah wakti-wanti agar tim yang diperkuat 20 pendayung itu tak terbebani nasib Indonesia yang belum juga mendapatkan medali emas hingga kemarin lusa. Selain itu dia memberikan sepatu khusus untuk mengurangi dingin di kaki setelah nyemplung ke air.

Justru target meleset di sektor wanita. Meski perolehan di nomor wanita juga tak buruk-buruk amat. Kelompok wanita menuai medali perak dengan catatan waktu 4 mnit 3,706 detik. Merah Putih harus mengakui ketangguhan Tiongkok yang mencatatkan waktu 4 menit 14,590 detik. Sedangkan perunggu direbut Hongkong dengan torehan waktu 4 menit dan 18,292 detik.

Sayang di nomor rowing kelas ringan Indonesia tak menuai medali. Indonesia hanya berada di urutan keempat dengan waktu tempuh 6 menit 16,34 detik. Juara di nomor ini direbut Jepang dengan total waktu 6 menit dan 10,14 detik, kemudian pada urutan kedua diduduki India yang membutuhkan waktu 6 menit 13,32 detik dan perunggu direbut Hongkong dengan torehan waktu 6 menit dan 14,84 detik.

“Peluang untuk mendapatkan medali selalu terbuka. Emas hari ini (kemarin, red) menjadi salah satu penyemangat bagi tim bukan sebaliknya,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai ketua kontingen Indonesia pada SEA Games 2007 Thailand itu.

Harapan Indonesia merebut medali dari cabang olahraga boling belum juga tercipta. Dari tiga nomor pertandingan yang sudah berlangsung, tak satupun wakil Merah Putih naik podium. Kemarin harapan di double wanita sirna setelah Putty Insavilla Armein/Tanya Roumimper dan pasangan Shalima Zhalsa/Sharon Limansantoso hanya berada di urutan keenam dan ketujuh di di Tianhe Bowling Alley.

Sebelumnya single pria dan wanita juga mencatatkan hasil kurang maksimal, begitu pula double pria. Isra M. Taher, manajer boling, para atlet mengalami persoalan yang serupa, hanya stabil di game awal kemudian merosot pada game akhir. “Inibukan perkara stamina, tapi strategi mencari aman. Rupanya lawna malah tampil agresif di akhirgame,” jelas Isra. (vem/jpnn)


YM

 
PLN Bottom Bar