Kepada pembaca, relasi dan pemasang iklan, Sumut Pos tidak terbit pada edisi 1-2 Januari 2011, sehubungan libur Tahun Baru 2011.
Kami akan hadir kembali pada Senin, 3 Januari 2011. Terimakasih Penerbit

Suka Kartun Jepang Sejak SD

10:18, 04/07/2010
Suka Kartun Jepang Sejak SD
PAMER LUKISAN: Rahmi Wiratri Khairunisa memamerkan lukisan tokoh kartun Jepang yang dilukisnya sendiri dan menjadi koleksi.//Andri Ginting/Sumut Pos

Berawal dari kegemarannya menonton film kartun Jepang dan membaca komik Jepang (manga), Rahmi Wiratri Khairunnisa terinspirasi untuk melukis tokoh kartun tersebut. Bahkan, tak jarang dia menuangkannya dalam goresan pinsil di atas kertas putih. Setelah lukisan tersebut selesai, dia pun memajangkannya di dinding kamarnya sebagai koleksi.

Saat ditemui di rumahnya di Jalan Bilal Gang Persada Medan, cewek kelahiran 8 Juni 1991 ini menunjukkan semua koleksi lukisan manga-nya. Ada yang sudah dipoles dengan cat air, ada juga yang masih dalam bentuk sektsa. Lukisan-lukisan tokoh kartun Jepang yang dikoleksinya tersebut diantaranya Kurapika, Naruto dan lainnya yang dibuatnya pada tahun 2005 lalu. Saat itu dia masih duduk di kelas I SMA Medan Putri.

“Saya suka melukis tokoh kartun Jepang ini sebenarnya sejak masih duduk di bangku SD. Namun saya mulai serius belajar melukis kartun Jepang ini sejak SMP,” ujar putri bungsu dari pasangan Syamsul Bahri dengan almarhumah Misbariah ini. Awalnya, kata Rahmi, dia sekadar iseng ikut-ikutan temannya, Hilda Khairunisa yang memang gemar melukis tokoh kartun Jepang.

“Dia teman SD saya. Dia lah yang banyak mengajari saya membuat lukisan kartun Jepang ini. Setelah saya coba-coba, ternyata asyik juga,” beber cewek berkulit kuning langsat ini.

Rahmi mengaku, awalnya dia memang mengalami kesulitan. Namun berkat keuletannya untuk terus belajar, akhirnya dia bisa juga melukis kartun tersebut.

“Memang pertamanya pakai contoh. Saya lihat dari komik aslinya. Pertama-pertama memang sulit juga. Kadang kakinya kepanjangan, terus hidungnya kemancungan. Pokoknya luculah,” ujarnya sambil tertawa. Meski begitu, cewek yang akrab disapa Ammy ini tak kenal menyerah. Dia terus belajar dan akhirnya dia bisa melukis tanpa contoh lagi.

“Tinggal imajinasi saya saja ingin gambarnya seperti apa,” bebernya.Lalu, pada bagian apa yang paling sulit melukisnya? Ditanya begitu, Ammy dengan lugas mengatakan, “Yang paling sulit itu pada bagian tangannya, khususnya jari-jarinya. Karena jari-jarinya kadang tak sesuai dengan kondisi dan posisi badannya.” (mag-13)

Senang Dipanggil Ammy Chan

Kecintaannya kepada tokoh kartun Jepang, ditunjukkan Rahmi Wiratri Khairunnisa dengan membuat nama kecilnya menjadi Ammy Chan.

Menurutnya, dia sangat senang jika teman-temannya memanggil namanya dengan sebutan Ammy Chan.
“Nama Ammy Chan ini sudah familiar di teman-teman sekolah saya. Nama itu memang saya sendiri yang membuatnya,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, nama Ammy Chan itu diambilnya dari nama panggilannya seharai-hari yakni Ammy. Sedangkan kata Chan di belakang namanya diambilnya karena Chan adalah panggilan nonformal untuk anak-anak dan teman dekat atau anggota keluarga di Jepang.

“Memang pertamanya biar lucu-lucuan aja dengan teman-teman sekolah. Eh, tahu-tahu kok bagus juga ya nama itu. Saya suka. Akhirnya, sampai sekarang teman-teman saya memanggil nama saya Ammy Chan,” bebernya. Pengambilan nama itu juga menurutnya, karena kecintaannya kepada tokoh-tokoh kartun Jepang.

“Memang di Jepang, kata Chan digunakan untuk sebutan anak-anak atau teman dekat. Misalnya Magumi Chan. Syakura Chan, Shin-chan dan lainnya. Makanya saya pakai saja di belakang nama saya,” bebernya. (mag-13)

Belum Dikomersilkan
Meski hobi melukis tokoh kartun Jepang, namun Rahmi belum terpikir untuk mengkomersilkan hasil karyanya. Semua hasil karyanya hanya untuk koleksi sendiri dan dipajang di dinding kamar tidurnya.

“Saat ini masih dikoleksi sendiri saja. Belum terpikir sama saya untuk mengomersilkannya,” jelas Rahmi kepada wartawan koran ini saat ditemui di rumahnya, Kamis (1/7).

Menurutnya, memang ada beberapa temannya yang memesan untuk dibuatkan lukisan tokoh kartun Jepang tersebut. Namun dia tidak meminta bayaran dari hasil karyanya tersebut. “Banyak juga sih teman yang minta dilukiskan. Kata mereka untuk dikoleksi saja. Tapi saya nggak minta bayaran, gratis,” kata cewek berjilbab ini sambil tersenyum.

Dia juga mengaku senang jika hasil karyanya juga dikoleksi teman-temannya. “Kadang saat saya main ke rumah teman saya itu, saya lihat memang hasil karya saya dipajang di kamar tidur mereka. Ya, bangga juga sih,” ujarnya lagi.

Namun begitu, dia masih memendam impian yang belum bisa diwujudkannya. Apa itu? Ammy ingin membuat komik Jepang.

“Awalnya saya ingin membuat komik Jepang sendiri. Tapi sampai saat ini belum bisa saya wujudkan. Namun saya yakin, satu saat nanti impian membuat komik itu akan saya wujudkan,” ungkapnya.(mag-13)


YM

Comments (1)

  1. lutvianna says:

    ya ampun kamu kok bisa sih ,klu aku dari sebelum sekolah sampai sekarang masih senang dan mengidolakan kartun jepang .tapi sulit bagi ku untuk menuangkan kedalam lukisan i love you cartoon jepang ,,,,,,,,,pokoknya idolaku dari dulu adalah semua kartun jepang ,,,,,,sehari gak n0onton rasanya sepi banget…… tapi sekarang kartoon jepang kok jarang ya??????? paling ada tapi tdk sebanyak dulu sekarang lebih sedikit………………

 
PLN Bottom Bar