Ciptakan Mars Kota Medan

09:42, 23/05/2010
Ciptakan Mars Kota Medan

Sejak kecil, Hanas Hasibuan Kepala Bagian Humas Pemko Medan memiliki hobi tarik suara. Kecintaannya akan hobinya itu tak pernah lekanghingga saat ini. Dikisahkannya kepada Sumut Pos, dia mulai sadar memiliki hobi menyanyi sejak duduk di kelas 3 SD. Bahkan dia kerap mendapatkan nilai bagus ketika mengikuti pelajaran kesenian.

Hal itu lantas berlanjut hingga SMA. Bahkan saat duduk di bangku SMA, Hanas dan teman-temannya selalu menjadi juara pop song antar SMA yang saat itu kondang dan digelar tahunan.
“Kalau pop song dulu itu sekitar tahun 75. Sekolah kami SMA 2 Medan juara satu tiga tahun berturut-turut,” lanjut Hanas.

Selain tarik suara, Hanas juga bisa memainkan alat musik. Utamanya gitar, organ dan drum. Beranjak dari itu, Hanas juga pernah tenar dan malang melintang keliling Asean dengan bandnya, Booster Latin.

Kini, pria kelahiran Medan 11 November 1960 itu telah memiliki tiga orang putra-putri, Dea Anastasia (14), Dio Septian (13), dan Dafin Ramadhana (6), buah perkawinannya dengan Ade Retno Pangestuti. Dan apa yang dimilikinya ternyata menurun kepada anak-anaknya.
Ketiga anaknya juga punya bakat dan minat besar di dunia musik dan tarik suara. Kebetulan sang istri juga seorang penyanyi yang kerap tampil di TVRI di era 1980-an.

“Klop sudah. Semua suka musik dan menyanyi. Kepada anak-anak saya ini akan terus saya bimbing,” kata Hanas.

Di rumah, dua anaknya mengikuti private musik. Yang sulung les piano, dan yang nomor dua ikut belajar gitar. “Untuk menyalurkan bakat dan minatnya, saya memang sengaja memberikan mereka kesempatan private di rumah. Sejumlah alat musik juga saya sediakan. Ada lima gitar di rumah, organ dan lainnya,” sebut Hanas.

Sebagai seorang PNS sejak tahun 1981, bakat dan kemampuan Hanas akhirnya dikenal di lingkungan Pemko Medan.

Maka itu, pada  2004 lalu, Wali Kota Medan Abdillah ingin Kota Medan mempunyai mars sesuai dengan motto “Bekerja sama dan sama-sama bekerja”, akhirnya Hanas dapat tugas menciptakan mars itu.

Bersama  temannya Johan Fathandy, akhirnya mars Kota Medan diterima dan diperdakan sebagai lagu wajib Kota Medan, yang dinyanyikan setiap ada pelantikan pejabat tinggi di lingkungan Pemko Medan. (ful)

Booster Latin Bawa Ketenaran

Usai menamatkan diri dari bangku sekolah, Hanas Hasibuan masih doyan naik pentas untuk melancarkan hobinya itu. Beberapa panggung dia jajal. Hingga pada 1987, ia bertemu dengan Johan Fathandy, pentolan Booster Latin yang di masa itu cukup tenar di Kota Medan.

Secara kebetulan, Booster Latin ini mencari seorang vokalias, karena vokalis terdahulu mengundurkan diri. Saat itu Hanas dilihat oleh Johan sedang membawakan sebuah lagu di sebuah even. Usai pentas, Johan menemui Hanas dan menawarkannya bergabung.

“Sebenarnya Johan sudah sering lihat saya menyanyi. Namun suatu ketika, salah satu personel Booster Latin hengkang. Dan saya ditawari gabung. Saya sempat dicasting dahulu, rupanya pas dengan kemauan Booster Latin. Dan akhirnya saya diterima,” kata Hanas.

Menariknya, Booster Latin ini mengusung konsep musik plesetan yang kini kerap dibawakan Band Teamlo. Namun di beberapa even resmi, Booster Latin bisa tampil menawan dengan lagu-lagu khas Kota Medan.“Dulu jauh sebelum ada Teamlo, kami sudah membawakan lagu-lagu plesetan. Intinya entertainmen sejati,” beber Hanas lagi. Nah, karena nama besar Booster Latin saat itu, maka undangan untuk tampil di luar negeri kerap masuk ke manajemen Booster Latin yang langsung dikelola Hanas dan Johan Fathandy.

Di sejumlah kawasan Asean, Booster Latin sudah malang melintang. Mulai dari Malaysia hingga Thailand. Kebanyakan atas undangan duta besar. Untuk even itu, Booster Latin kerap menonjolkan nuansa kedaerahan, utamanya Medan dan Sumut. Namun begitu, Booster Latin juga sering dikontrak secara komersil seperti saat tampil di Singapura.

“Biasanya undangan kami itu untuk even malam budaya dan pariwisata. Kalau begitu, kami tentu menonjolkan kedaerahan sendiri. Tapi kontrak secara komersil juga pernah kami terima seperti di Singapura,” sambung Hanas.

Sekitar delapan tahun Hanas bergabung bersama Booster Latin. Di tahun 1995, Hanas memutuskan keluar dari Booster Katin karena kesibukan kerja sebagai PNS. “Tapi bagaimanapun menyanyi masih saya lakoni hingga kini,” katanya.(ful)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar