Berawal dari Surprise Mama

09:47, 30/05/2010
Berawal dari Surprise Mama

Mungkin tak banyak warga Kota Medan yang memiliki baju Kinomo. Wajar, pasalnya memang tak mudah untuk mendapatkan baju tradisional Jepang ini di Medan.

Farah Dhita, warga Jalan Ismailiyah No 3 Medan, mengaku sangat menyukai baju kimono ini. Bahkan kini dia memiliki beberapa baju khas negeri matahari terbit tersebut, sebagai koleksi.
“Nggak tahu kenapa, kalau lihat baju kimono di televisi, majalah, internet dan lainnya, rasanya saya kok jadi ingin memilikinya. Nah, baru tahun lalu saya bisa mewujudkan keinginan itu,” ujar Farah kepada wartawan koran ini, Jumat (28/5).

Menurut gadis kelahiran 12 Oktober 1991 ini, baju kimono miliknya pertama sekali pemberian dari mamanya. “Saat itu saya memang kepingin sekali memiliki baju kimono ini. Eh tahu-tahu, mama buat surprise. Sungguh aku tak menduga, mama membelikan aku baju kimono. Rasanya senang banget,” beber mahasiswi semester II, Fakultas Sastra Jepang, Universitas Harapan Medan ini. Sejak saat itu, dia pun semakin ‘menggilai’ baju kimono ini. Lambat laun dia pun mulai menambah koleksi baju komononya. Diakuinya, baju kimono miliknya tidak ada yang dibeli di Medan. “Ya semua koleksi kimono ini saya beli dari luar Medan, khususnya dari Pulau Jawa. Belinya pun secara online dari internet. Satu baju rata-rata berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribuan, belum termasuk ongkos kirim. Dan ini bahannya asli dari Jepang,” akunya.

Menurutnya, baju kimono ini memang berbeda dengan baju biasa. Karena baju kimono kainnya agak lembut, tapi jika dipakai terasa lebih panas. Mungkin karena di Jepang udaranya dingin, makanya pakaian mereka panas.

Dari sekian banyak koleksinya, Farah mengaku paling menyukai kimono dengan motif bunga berwarna biru. Kenapa warna biru dan bermotif bunga yang paling disayangi? Ditanya begitu, Farah beralasan karena kimono tersebut merupakan koleksi pertamanya. Selain itu, kimono tersebut juga pemberian dari mamanya. “Ini koleksi pertama yang dibelikan mama. Waktu dapat baju itu, senang banget rasanya,” tutur anak pertama dari empat bersaudara itu.(mag-13)

—-

Komik Canon Juga Jadi Koleksi

Selain menyukai baju tradisional negeri Sakura tersebut, Farah Dhita juga memiliki koleksi yang berhubungan dengan Jepang lainnya. Gadis yang menamatkan pendidikan SMA di Perguruan Taman Siswa Medan ini mengaku, menyukai dan memiliki beberapa komik Jepang.

Koleksi komik yang dimilikinya itu adalah Komik Conan, si detektif cilik Jepang. “Komik Conan buat kita lebih pintar, karena Conan itu adalah detektif cilik yang bisa memecahkan satu persoalan dengan banyak cara. Ya, mendidik kita untuk terus berpikir,” ujarnya lagi.

Sekarang, koleksi komik Detektif Conan miliknya, sudah berjumlah sebanyak 30 komik. Tapi sayangnya, karena kesibukan kuliah, Farah mengaku tidak sempat lagi menambah koleksinya itu.
“Gimana mau nambah, sekarang saja mau baca komik sudah nggak sempat lagi. Paling kalau hari Minggu atau hari libur saja, baru bisa baca komik. Itu pun kalau nggak ada kegiatan lainnya. Jadi, kalaupun mau koleksi lagi, benda-benda yang bisa dipajang saja seperti boneka berbaju kimono,” jelas putri dari pasangan Clara Surya Nasution dan Alm Rusmu Gunung Iskandar ini. (mag-13)

[ketgambar]BERSAMA MAMA: Farah Dhita bersama mamanya saat ditemui di rumahnya di Jalan Ismailiyah No 3 Medan, Jumat (28/5).//ANDRI GINTING/SUMUT POS[/ketgambar]


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar