Migrant Care: Sumber Data Faktual

10:48, 07/01/2011

Pemerintah RI Temui Korban Pemerkosaan Menteri Malaysia

JAKARTA-Pemerintah tidak main-main menyikapi berita dugaan pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) oleh Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Rais Yatim. Hanya butuh 24 jam bagi Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI) untuk menemukan data mantan pembantu rumah tanggan
Datuk Yatim yang bekerja pada 2007 silam itu.

Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidaeyat mengatakan bahwa TKI yang diduga menjadi korban nafsu bejat Yatim itu berinisial Rb (Rubingah) berusia 46 tahun. Rb berasal dari Desa Pagelak, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah. Wanita yang menjadi pembantu rumah tangga di kediaman Yatim itu pulang ke tanah air pada 2007. Kini Rb tinggal bersama suaminya Sk (54) dan kedua anaknya, Mu (26) dan Au (21) di Jawa Tengah. “Data sudah kami kantongi dan penyelidikan lebih lanjut juga siap digelar untuk membuktikan bahwa ini sekedar isu atau fakta,” tegas Jumhur di Jakarta? kemarin (6/1).

Saat ini, Jumhur Hidayat telah menugaskan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah AB Rochman untuk menemui keluarga Rb. Pihaknya akan meminta keterangan dan kesaksian otentik dari Rb. Jika benar Rb menjadi korban pemerkosaan pejabat tingggi Malaysia itu maka kasus ini akan diusut tuntas dan dibawa ke meja hijau. “Kita akan tangani kasus ini jika benar dengan mengedepankan pemulihaan hak-hak korban,” kata Jumhur.

Diakui, kasus yang diduga melibatkan Rb terjadi pada 2007. Ketika itu Datuk Rais Yatim menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Malaysia. Rb bekerja menjadi TKI PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) di keluarga pasangan Datuk Rais dan Datin Masnah. Tapi hingga kini belum ada laporan ke pihak Kepolisian baik di Malaysia atau di Indonesia.
“Kewajiban pemerintah memberikan perlindungan terhadap TKI maupun WNI di manapun dia berada. Karena itu, jika korban merasa dirugikan BNP2TKI siap memfasilitasi menyelesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku,” katanya. BNP2TKI akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan pihak-pihak terkait, untuk menyelesaikan kasus yang menimpa Rb.

Yatim adalah politikus senior yang sudah berganti-ganti jabatan di beragam kementerian. Ada sejumlah LSM dan media yang menuding Yatim terlibat dalam pemerkosaan kepada buruh migran asal Indonesia tersebut. Di antaranya, Asian Sentinel, Free Malaysia Today, dan salah satu situs berita politik oposisi pemerintah, Harakah Daily. Koran oposisi pemerintah itu mengutip bocoran data WikiLeaks.

Pemberitaan seputar pemerkosaan itu tidak beredar di media mainstream di Malaysia. Informasi awalnya mencuat dari WikiLeaks yang mengacu link blog Rocky Bru, seorang wartawan Malaysia. Dalam blog itu, informasi soal dugaan pemerkosaan terhadap perempuan berinisial Rb tersebut mencantumkan laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care. Dalam dokumen otentik investigasi itu nama pelaku dan tersangka telah dicoret dengan spidol hitam. Namun, belakangan ternyata nama itu berhasil diketahui.

Datuk Yatim telah membantah isu itu. Kepada sejumlah media di Malaysia Yatim yang didukung keluarganya mengaku siap diperiksa secara menyeluruh atas kasus yang disebutnya menyesatkan itu. Dia menuding ada kepentingan politis dibalik isu tersebut.

Secara terpisah, Migrant Care sebagai LSM yang merilis laporan investigatif itu mengatakan bahwa temuan dugaan pemerkosaan itu adalah hal yang faktual. Namun, Migrant Care sengaja tidak merilis temuan itu kepada publik atas permintaan korban dan keluarganya. Migrant care mengatakan telah memberikan laporan itu kepada pihak yang berwenang namun tidak kepada media karena itu isu yang sangat sensitif. Dalam keterangan resminya, Migrant Care? siap mempertanggungjawabkan data dan temuan yang telah beredar luas kepada media tersebut. Dalam waktu dekat, LSM itu akan memberikan keterangan untuk mempertegas fakta dalam berita pemerkosaan oleh pejabat tinggi Malaysia tersebut. (zul/jpnn)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar