Saya Pasrah Pada Tuhan…

10:12, 01/02/2011
Saya Pasrah Pada Tuhan…
KRITIS: Bayi kembar siam asal Helvetia masih di rawat di ruang ICU RSUP Adam Malik, Senin (31/1).//kesuma ramadhan/sumutpos

Kembar Siam Dirawat di Adam Malik

HELVETIA-RSUP Adam Malik merawat bayi kembar siam yang dempet di dada (thoraco phagus conjoined twin), Senin (31/1). Anak pasangan pasangan Elfrida boru Naibaho (29) dan Daniel Hutahuruk (32), warga Jalan Veteran, Pasar IV, Medan Helvetia ini, mengalami kelainan jantung. Bayi kembar berjenis kelamin perempuan tersebut merupakan rujukan dari RSU Imelda. Sejak lahir pada Minggu (30/1), petugas medis telah mendiagnosis kondisi jantung yang tidak sehat, sehingga kemudian dirujuk ke RSUP Adam Malik

Anak tukang becak yang lahir secara premature tersebut memiliki berat badan 2.600 gram dan dari hasil pemeriksaan sementara tim medis RSUP Adam Malik Medan, kedua bayi kembar itu positif mengalami kelainan pada jantungnya. Selain itu, bagian paru-paru bayi kembar siam tersebut juga berkembang tidak sempurna.

“Dari hasil diagnosa, kedua bayi kembar tersebut merupakan kembar thoraco phagus conjoined twin yang mengalami kelainan pada jantung karena sekat-sekat pada jantungnya tidak terbentuk secara sempurna. Begitu juga dengan dengan paru-parunya perkembangan paru-parunya yang tidak mengembang secara sempurna,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSUP HAM dr Lukmanul Hakim Nasution SpKK didampingi Kasubbag Humas, Sairi M Saragih dan Kabid Penunjang Medis, drg Atma Wijaya.

Menurut Lukmanul, kondisi kedua bayi sangat kritis, meskipun tim medis telah memasang ventilator, akan tetapi pemberian oksigen dengan cara tersebut juga tidak dapat dilakukan secara sempurna karena kondisi bayi tidak mendukung. “Kita pantau perkembangannya dua puluh empat jam dengan monitor, kondisi keduanya sangat jelek di ruang ICU (Intensive Care Unit, Red) Anak,” ungkapnya.

Untuk penanganan bayi kembar tersebut, lanjutnya, manjemen umah sakit akan membentuk tim medis yang difokuskan pada penstabilan kondisi keduanya. Mengingat bayi kembar tersebut terlahir dengan kondisi belum cukup bulan, dan proses kelahirannya sendiri di RS Imelda, Minggu kemarin, sehingga saat ini bayi kembar harus dianalisis perkembangannya.

Pengakuan ayah bayi kembar, Daniel Hutahuruk, proses kehamilan isterinya tidak pernah menjalani pemeriksaan ultrasonografi. Sehingga selain dirinya, bidan pun tak mengetahui jika isterinya akan melahirkan anak kembar siam dempet dada. “Isteri saya belum pernah pernah dironsen saat hamil, hanya saja perasaan atau tingkah laku saya aneh saat istri saya hamil. Saya jadi suka menanam bunga, dan saya lihat wajah istri saya lebih cerah,” ungkapnya.
Daniel juga menuturkan, jika bidan di Klinik Cahaya tempat dirinya membawa sang isteri tak pernah menyangka jika istrinya akan melahirkan kembar siam. Karena menurut Daniel,saat mengandung perut sang isteri terbilang kecil tidak seperti mengandung dua anak. Bahkan dari pengakuan bidan, jika anak saya sungsang, karena kepalanya ada di atas sehingga harus di operasi. “Padahal ini adalah anak perempuan yang sangat saya tunggu. Karena kelima anak kami sebelumnya semuanya laki-laki,” ujarnya.

Melihat kondisi anaknya tersebut, dia mengaku hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. “Hidup dan mati semua itu Tuhan yang menentukan. Saya percayakan saja kepada dokter semoga anak saya bisa selamat,” ucapnya. Tukang becak yang hanya berpenghasilan Rp20 ribu per harinya itu mengatakan, jika kondisi isterinya stabil dan masih mendapatkan perawatan intensif di RSU Imelda. (uma)


YM

 
PLN Bottom Bar