CIMB Niaga 3 Kali Disurvei Perampok

11:37, 10/01/2011
CIMB Niaga 3 Kali Disurvei Perampok
REKA ADEGAN: Polisi dan para tersangka mereka ulang adegan perampokan berdarah di Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Aksara di Jalan Aksara Medan, Minggu (9/1).//ANDRI GINTING/SUMUT POS

Rekonstruksi Perampokan CIMB Niaga Medan

MEDAN-Aksi perampokan bersenjata di Bank CIMB Medan, Agustus 2010 lalu tetap me njadi perhatian serius Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Terbukti, Mabes Polri masih merasa penting untuk melakukan rekonstruksi ulang proses perampokan bank yang menewaskan Briptu Manuel Simanjuntak itu, kemarin (9/1).

Padahal, rekonstruksi sejenis sudah pernah dilakukan Mapolda Sumut, akhir tahun lalu. Petugas menghadirkan empat  tersangka dari Mabes Polri yang ditangkap tim Densus 88 Anti Teror.

Rekonstruksi itu dilakukan di Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Aksara, Jalan Aksara Medan sekitar pukul 12.00 WIB, berlanjut ke Warnet New Net di Medan Sunggal. Di kantor bank tersebut, dipimpin Kombes Pol Edy Hartono, petugas mereka ulang 21 adegan.

“Rekontruksi kita gelar untuk mengatahui peran masing-masing pelaku. Tim Densus dari Mabes Polri yang juga memegang berkas. Sedangkan Poldasu hannya sebagai penyidik dan Poldasu dan jajarannya membantu untuk pengamanannya,” ujar Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Heri Subiansaori saat dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin.

Dari Pantauan wartawan koran ini dilokasi, ke 4 tersangka yang dihadirkan dari Mebes Polri tersebut diantaranya, Marwan alias Wak Geng, Pamriyanto alias Suryo dan Beben alias Samson. Sedangkan seorang tersangka yang namanya masih dirahasiakan, hanya duduk di mobil dengan tangan digari dan dijaga personel polisi.
Sedangkan para tersangka lainnya, seperti Taufik Hidayat alias Abang, Pohan, Udin, Rahmad alias Pujo, Darman, Pautan alias Robi, dan Abdul Gani diperankan anggota polisi. Sebelum beraksi melakukan perampokan, para tersangka yang mengendarai delapan sepeda motor dengan menggunakan senjata api sempat tiga kali melakukan survei lokasinya.

Seluruh tindakan pelaku, di bawah komando Taufik Hidayat yang tewas ditembak dalam penyeregapan di Dolok Masihul. Survei pertama dilakukan Pohan dan Marwan alias Wak Geng. Keduanya sempat masuk berpura-pura sebagai nasabah bank. Kemudian Survei kedua dilakukan Pamriyanto bersama Dani Ibrahim alias Bekam.
Dalam adegan rekonstruksi tersebut, diketahui tersangka Marwan alias Wak Geng, Taufik Hidayat dan Beben alias Samson memegang senjata api yang sudah diganti dengan senjata mainan. Tersangka Taufik juga memperlihatkan penyerahan senjata milik senjata personil brimob usi ditembak kepada Pohan.

Sebanyak 16 tersangka perampokan Bank CIMB Niaga yang ditangani Mabes Polri dan Polda Sumut dijerat UU Teroris. Berita acara pemeriksaan di antaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Sudah ada yang dikirim ke jaksa, tapi belum tau hasilnya. Mudah-mudahan langsung P21, “ ucap Wadir Reskrim Polda Sumut AKBP Mashudi, yang ditemui di lokasi rekonstruksi.

Kegiatan ini menjadi tontonan warga sekitar dan yang melintas. Di areal Bank CIMB Niaga sudah dipasangi Police Line (garis polisi) yang menghadirkan langsung para tersangka kasus perampokan Bank CIMB Niaga.
Untuk keperluan pengamanan, Densus 88 dari Mabes Polri menurunkan 15 personel, 30 personel Dit Reskrim Poldasu, 25 personel Brimob Poldasu, 15 personel Densus 88 Poldasu dan 60 personel Polresta Medan. Turut juga hadir dua orang dari Kejagung (Kejaksaan Agung) dan dua orang pengacaranya pelaku.(mag-1)


YM

 
PLN Bottom Bar