23 Murid SD Tembung Keracunan Bakso Kojek

11:51, 12/01/2011
23 Murid SD Tembung Keracunan Bakso Kojek
DIRAWAT: Puluhan siswa SD No 105292 Jalan Masjid Tembung di rawat di rumah sakit akibat keracunan jajan di lingkungan sekolah, Selasa (11/1).//ANDRI GINTING/SUMUT POS

MEDAN-Sedikitnya 23 murid SD Negeri 105292 Bandar Khalippa di Jalan Masjid Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengalami keracunan makanan, Selasa (11/1). Anak-anak tersebut diduga mengonsumisi bakso kojek, jajanan di sekolah mereka, saat jam istirahat pertama pukul 09.30 WIB.

Akibatnya, sembilan orang harus dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Husada, Jalan Gambir Pasar VII, Percut Sei Tuan. Sementara 14 orang lainnya dirawat di Puskesmas Bandar Khallipa.
Miranda Savina, yang ditemui di ruang perawatan kelas III di RS Mitra Husada mengatakan, dia pusing, usal dan muntah beberapa menit setelah memakan bakso kojek.

”Jam istirahat pertama, aku beli bakso kojek seribu (Rp1.000) dari Bu Atik.  Abis itu, kepalaku pening dan mual di kelas. Abis itu muntah-muntah dan gak mau berhenti,” sebut Miranda.
Dari pengakuan Miranda, biasanya Bu Atik adalah penjual gorengan, dan baru sehari menjual jajanan bakso kojek di sekolahnya.

Hal serupa dialami M Rafli Ramadhan. Murid kelas IV di SD tersebut sempat pingsan setelah mual dan muntah tak lama setelah makan bakso kojek. Untuk membawa ke rumah sakit, sejumlah guru di sekolah itu terpaksa dibantu warga setempat. ”Awak gak tau pas di bawa ke rumah sakit, tiba-tiba sudah di sini (ruang perawatan kelas III),” ungkapnya.

Seorang perawat RS Mitra Husada mengatakan, kesembilan murid SD dibawa ke RS Mitra Husada secara bertahap. Seluruh murid yang dirawat menunjukkan gejala yang sama, yaitu pusing, mual dan muntah-muntah.
”Mereka masuk sejak pukul 11.45 WIB dan seterusnya. Karena mereka menunjukkan gejala keracunan, penanganan yang dilakukan juga sama yaitu memasangkan infus dan memberikan obat antiracun,” ujar seorang perawat yang tidak ingin identitasnya disebutkan.

Obat yang diberikan berguna untuk menstabilkan kondisi tubuh pasien. ”Beberapa menit setelah mendapatkan perawatan, semua murid sudah merasa baikan. Beberapa di antaranya bahkan diperkenankan pulang,” tambah perawat tersebut.

Pantauan wartawan Sumut Pos kemarin siang di Puskesmas Desa Bandar Khallipa, para murid sedang mendapatkan perawatan intensif. Kepala Puskesmas, dr Gina Safitri, membenarkan dugaan para murid mengalami keracunan makanan.

”Kita memberikan cairan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang telah hilang dan memberikan susu kental kepada siswa. Mengenai racunnya kita serahkan kepada pihak kepolisian dan kita juga sudah menyerahkan muntah para siswa kepada polisi,” terangnya.

Salah seorang siswa, Fenny Farere yang ditemui di Puskesmas menuturkan, satu jam setelah makan bakso kojek yang dibeli di kantin sekolah dengan harga Rp500 per tusuk, dia mengalami mulas, kepala pusing dan muntah. ”Tiba-tiba kepala saya pusing, mual-mual dan rasanya goyang, bang,” tukas Fenny Farere.

Meliana Siregar, ibu yang menemani putrinya Fenny Farere di Puskesmas tak bisa menutupi rasa sedihnya. ”Dia sampai di rumah jam sebelas dan langsung muntah-muntah. Kemudian saya langsung membawanya ke puskesmas ini,” akunya.

Rona, murid lain juga mengaku membeli bakso dari kantin sekolah. ”Saya beli baksonya dikantin sekolah dan tiba-tiba perut saya mual-mual dan kepala saya pusing,” katanya.

Dewi, ibu dari Rona mengungkapkan, putrinya sampai di rumah pukul 10.30 WIB sambil muntah-muntah. ”Begitu saya tahu anak saya muntah-muntah diantarkan tetangga, langsung saya bawa ke Puskesmas,” katanya.

Kepala Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pemkab Deli Serdang Zulkarnaen yang datang ke puskemas setempat menyatakan, pihaknya akan mengerahkan tempat tidur tambahan apabila dibutuhkan.
Pasalnya, kapasitas tempat tidur di Puskesmas Rawat Inap itu hanya mampu menampung 8 orang pasien. Sedangkan jumlah murid yang dirawat akibat keracunan makanan sekitar 14 orang.
”Melihat kondisi, mudah-mudahan tidak ada tambahan korban lagi. Jadi, kalau ada yang sudah sembuh diperbolehkan pulang, namun kalau ternyata seluruhnya masih harus dirawat inap malam ini, Dinas Kesehatan akan mendatangkan tempat tidur darurat,” jelasnya. (uma/jon/btr)


YM

 
PLN Bottom Bar