Cuma Standar Lokal

11:08, 16/01/2011
Cuma Standar Lokal
TANGKAP BOLA: Kiper Minang Kabau FC, M Syukron Chaniago berusaha menangkap bola dari kejaran penyerang Medan Chief, Laakad (kiri) saat keduanya bertemu di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, kemarin (15/1).

Medan Chiefs  vs Minang Kabau

MEDAN- Medan Chiefs Deli Serdang unggul 2-0 atas tamunya Minang Kabau FC, dalam partai perdana kedua tim di Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (14/1) di Stadion Baharoeddin Siregar. Gol tuan rumah dikemas kekasih artis Pinkan Mambo, Febri Widjaya di menit 69 dan striker asal Maroko, Laakad di menit 80.

Dihuni tiga pemain asing plus tiga pemain keturunan Indo-Belanda, seharusnya Medan Chiefs bisa bermain lebih baik. Berdasarkan catatan statistik wartawan koran ini, Medan Chiefs punya segudang peluang. Keseluruhan, tuan rumah punya 14 peluang. Sayang, gol yang sukses disarangkan hanya dua biji. Itupun terjadi di babak kedua.

“Ya secara teknis hasil ini sudah baik. Gol saya rasa tidak masalah, karena laga ini merupakan yang kali pertama untuk pelatih, pemain dan seluruh ofisial,” kata Presiden Klub Medan Chiefs, Sihar Sitorus saat jumpa pers, usai laga.
Terlebih Medan Chiefs bermain dengan gaya menyerang. Sejak awal, pelatih Medan Chiefs asal Jerman, Jorg Peter memainkan pola 4-3-3. Sayang, penyelesaian dari peluang yang ada tidak berhasil disarangkan jadi gol.
Di babak kedua, Jorg memasukkan dua pemain, Aun Carbiny dan Febri Widjaya, menggantikan Rahmad Hidayat dan Bryant Braad.

Masuknya kedua pemain diakui Jorg membawa aura positif. Bagaimana tidak, gawang lawan baru bisa bergetar setelah Febri sukses mencetak gol pertama di menit 69. Ia sukses menyambar bola hasil sodoran A Majid di sisi kiri pertahanan Minang Kabau FC.

“Kami memang kesulitan di babak pertama. Tapi dengan masuknya Febri dan berhasil mencetak gol pertama bagi tim. Itu sangat bagus, dan saya berterimakasih kepadanya,” kata Jorg.

Hal ini membuktikan kualitas lokal di Medan Chiefs masih sedikit lebih baik dibanding legiun impor yang ada. Apalagi assist bagi gol Febri dikreasi A Majid, yang juga pemain lokal.

Bahkan gol berstandar lokal itu yang menginsipirasi striker asal Maroko, Laakad untuk menggandakan gol bagi timnya. Tepatnya menit 80, Laakad sukses solo run dan melewati bek asing Minang Kabau, David Wagica. Skor 2-0 bertahan untuk tuan rumah hingga usai laga.

Divaldo Alves, arsitek Minang Kabau menjelaskan bahwa tim tuan rumah lebih efektif dalam menyerang dan bertahan. Meski mengakui bahwa anak asuhnya tampil baik dan bisa mengimbangi, tapi bagi Divaldo tim tamulah yang lebih layak unggul. “Kami sudah bermain sangat baik. Tapi memang tuan rumah lebih baik lagi. Kami membuat dua kesalahan yang bisa dijadikan gol bagi tuan rumah. Pasti kami akan ada evaluasi,” bebernya. (ful)


YM

 
PLN Bottom Bar