Kepada pembaca, relasi dan pemasang iklan, Sumut Pos tidak terbit pada edisi 1-2 Januari 2011, sehubungan libur Tahun Baru 2011.
Kami akan hadir kembali pada Senin, 3 Januari 2011. Terimakasih Penerbit

Ingin Tunjukkan Identitas Melalui Kompetisi

10:24, 28/12/2010
Ingin Tunjukkan Identitas Melalui Kompetisi
COMBART: Comunitas Bartender (Combart) Medan foto bersama dalam satu acara.//Istimewa/sumut pos

Sekilas Comunitas Bartender (Combart) Medan

Sebagai pihak yang bertanggungjawab meneruskan perjuangan, generasi muda dituntut untuk terus bekerja keras. Hal itu pun dipahami generasi muda Kota Medan yang tergabung dalam Comunitas Bartender Medan.

INDRA JULI, Medan

Roy, penduduk Simpang Pos Padang Bulan Medan tak lelahnya melakukan gerakan-gerakan jugling. Roy adalah salah seorang anggota Comunitas Bartender (Combart) Medan yang bergabung sejak tiga bulan lalu. Maka dari itu dirinya tampak serius melakukan gerakan-gerakan dasar untuk berjugling. Tak heran dalam tempo tiga bulan dirinya sudah menguasai delapan gerakan. Apalagi selama latihan dirinya mendapat masukan dari anggota combart lainnya.

“Pengen juga seperti kawan-kawan yang sudah melanglang buana ke luar negeri karena kemahirannya sebagai bartender. Saya sudah menguasai delapan gerakan tapi masih banyak lagi yang harus dilatih. Jadi saya harus lebih gigih. Untungnya, kawan-kawan dan senioran di combart juga bantu-bantu,” tegas Roy saat ditemui di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (27/12)

Seperti Roy, Iwan Aurora yang juga pendiri Combart Medan juga tak melupakan kewajibannya berpuasa meskipun direpotkan dengan pekerjaan dan menjalankan roda organisasi.

“Ya memang pekerjaan juga kebetulan libur jadi latihan-latihan sikit sajalah. Mudah-mudahan sampai detik ini masih tahan,” aku Cheaf Bar Inul Daratista ini.

Eksistensi keduanya pun menjadi motivasi bagi anggota Combart Medan lainnya. Latihan yang digelar setiap Selasa dan Jumat dipastikan tak pernah sepi. Dengan demikian mereka ingin menunjukkan Kota Medan yang memiliki generasi muda potensial tidak hanya di tingkat nasional juga internasional.

“Kita tengah mempersiapkan bartender untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional yang rencananya di Bali. Begitu juga kompetisi yang diikuti empat negara Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura yang akan dilaksanakan di Batam,” ucap Chairman Combart Medan, Om Ving.

Seperti yang disampaikan Om Ving, dengan turut meramaikan dua kompetisi tersebut, Combart Medan ingin memperkenalkan potensi yang tak kalah besar dari kota ketiga terbesar di tanah air ini. Untuk itu tiga kandidat yang disiapkan pun merupakan bartender terbaik jebolan Viva Mixologi Bartender Championship yang dilaksanakan di Darma Agung dan XXX Yam Ling Plaza Medan, 5-6 Juni lalu.

Ketiganya adalah Donny Panggabean (Terbaik I), Ricky Situmeang (Terbaik II), dan Larry Holmes Hutabarat (Terbaik III). Penampilan terbaik pun siap mereka tampilkan nantinya.

“Saya sih tidak mau muluk-muluk tapi siap untuk memberikan yang terbaik sekaligus menambah pengalaman. Bartender Jakarta, Bali, dan Batam merupakan favorit di tingkat nasional,” ucap Larry Holmes Hutabarat, bartender Swissbel Hotel yang baru kembali dari Ambon.

Didasari persamaan profesi sebagai bartender, Om Ving, Albert, Iwan Aurora, Larry Holmes Hutabarat, Zulkarnain, Akum, dan Eza pun sepakat membentuk sebuah wadah yang dapat menjadi asosiasi bagi seluruh bartender di Kota Medan yang disebut Combart Medan, Maret 2010 yang dideklarasikan Juni 2010 lalu. Berbagai program pun disusun untuk menjadikan Combart Medan sebagai serikat pekerja yang menaungi seluruh bartender di Kota Medan ini dalam melaksanakan pekerjaannya.

Salah satunya adalah mendirikan lembaga pendidikan bartender di Kota Medan. Nantinya lembaga ini akan memusatkan perhatian kepada pendidikan meramu minuman dan keahlian bartender lainnya yaitu jugling (atraksi yang dilakukan bartender dengan menggunakan botol kosong) dan flairing (atraksi bartender saat meramu minuman dan menggunakan botol berisi minuman).

“Karena keberadaan bartender di Kota Medan ini masih belum terarah. Artinya semua orang bisa menjadi bartender cukup dengan membaca buku pedoman. Padahal bartender tidak hanya bisa meramu tapi harus bisa berimprovisasi dengan ramuan juga gaya tertentu sehingga membuat pengunjung terhibur. Ramuan yang tidak pas bahkan bisa membuat minuman jadi racun. Perlu pendidikan khusus,” ketus Om Ving yang dibenarkan anggota Combart Medan lainnya.

Menurut Om Ving, pemaparan terhadap program-program tersebut pun sudah dilakukan dan mendapat sambutan positif dari beberapa pihak. Seperti Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Rismaria Hutabarat, Pemilik Ocean Pacific Haraito Panggabean, Pemilik Tobasa Club Salomo Pardede, Pemilik Hotel Sentosa Muara Frangky Simatupang ST, Pengelola Milenium Plaza Hery Zulkarnain Hutajulu, dan Distributor Vive PT Vintage Indra Halim.
Gebrakan pertama pun sudah digelar saat peresmian Combart Medan, di XXX Yang Lim Plaza Jalan Emas Medan, 6 Juni lalu.

“Kita harapkan dalam waktu dekat satu per satu program ini dapat dilaksanakan. Bagaimanapun untuk mewujudkan kita butuh tempat permanen yang nantinya kita jadikan sebagai laboratorium praktek bagi siswa. Dengan demikian keberadaan bartender pun tidak lagi dipandang sebelah mata seperti yang selama ini,” pungkas Om Ving. (*)


YM

 
PLN Bottom Bar