Pertahankan Keaslian

09:45, 09/01/2011
Pertahankan Keaslian
ANTIK: Mobil antik koleksi Rusdi.//Ramadhona/Sumut Pos

Rusdi, Penggila Mobil Antik

Memiliki barang antik memberi kebanggaan tersendiri. Meskipun ketertarikan terhadap barang antik ini tidak bisa dibilang tanpa tantangan. Terlebih bila bersentuhan dengan dunia otomotif.

Seperti yang diakui Rusdi (52), yang memiliki ketertarikan terhadap mobil antik. Tampak empat mobil antik berbaris rapi di pekarangan rumahnya yang terletak di Jalan Laksana, Gang Piano No 1 Medan. Ada pun koleksi Rusdi itu terdiri dari tiga unit Jeep Willis, mobil buatan Amerika Serikat produksi 1943, 1944, 1945. Dilengkapi lagi dengan mobil produksi Itali buatan tahun 1950, FIAT.

Sekalipun mobil antik, koleksi Rusdi masih terlihat kokoh. Sekalipun terlihat noda lumpur di roda dari salah satu koleksinya. Kesan bahwa mobil itu masih dalam kondisi siap untuk menghajar medan offroad. Bahkan mobil FIAT berwarna hitam masih dalam keadaan mengkilap.

Sekilas koleksi Rusdi akan menghantar ingatan kita ke era dimana mobil dibuat dalam satu corak dan jumlah terbatas. Dengan demikian memiliki mobil saat itu dapat mengangkat wibawa seseorang di tengah-tengah masyarakat. Berbeda dengan saat ini dimana mobil dengan berbagai peralatan mewah banyak ditemui di jalan-jalan Kota Medan.

Hal itu pula yang menjadi pertimbangan Rusdi untuk tetap mempertahankan keaslian (orisinil) koleksi yang dimilikinya. Tanpa balutan mewah pada jok mobilnya, peralatan pengaman, atau pun pendingin ruangan (AC) yang banyak ditemui pada mobil baru ini. Dan memang tidak terlihat satu pun mobil baru di pekarangan rumahnya.
“Pernah sekali saya beli mobil untuk istri, tapi justru sama sekali nggak pernah dipakai. Kalau saya sendiri sih memang tidak tertarik dengan mobil baru. Soalnya mobil-mobil baru tidak memiliki nilai sejarah dan seni,” kata Rusdi didampingi istri tercinta, Dessi.

Seperti yang dipaparkan Rusdi, koleksi yang dimiliki tidak diraih dengan mudah. Menghabiskan waktu yang panjang untuk dapat mengumpulkan mobil antik dari berbagai merek dan tahun produksi seperti yang dimilikinya. Begitu juga kondisi mobil-mobil antik itu saat ditemui, dengan bentuk yang tidak sempurna dan tak layak pakai, membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk memperbaikinya.

Hal itu pula yang menyebabkan renovasi untuk satu unit mobil membutuhkan waktu tiga sampai lima tahunan. Pasalnya harga suku cadang atau sparepart yang cukup mahal harus menunggu sampai dana terkumpul untuk dapat dibawa pulang. Itu pula menjadi salah satu kenikmatan yang dirasakan bapak dari tiga anak ini.
“Klimaksnya saat mobilnya bisa digunakan lagi. Beda sekali dengan modifikasi yang kita lakukan pada mobil yang dalam keadaan masih baik,” katanya.(jul)

Terkenang Sang Ayah

Rusdi dan ketertarikan terhadap mobil antik ternyata memiliki cerita yang berkaitan dengan masa kecilnya. Menatap ataupun mengendarai koleksi-koleksi mobil antiknya akan mengingatkan dirinya pada sang ayah.

“Dulu saya sering dibelikan mobil-mobilan sama ayah saya. Waktu itu saya senang dengan mobil-mobil kayu dan sampai sekarang terbawa terus. Saya nggak tahan kalau melihat mobil yang jadi rongsokan, nggak diperbaiki. Makanya waktu saya lihat ada mobil Jeep Willis, langsung saya beli untuk diperbaiki,” kenang Rusdi.

Ketertarikan itu pun semakin kuat setelah berkeluarga. Sang istri, Dessi seolah memahami keterkaitan Rusdi dengan mobil antik tadi sehingga tidak pernah protes. Seluruh anggota keluarga pun terus memberikan dukungan dengan setia mendampingi di berbagai acara yang diikutinya. Salah satunya di acara offroad adventure dimana Rusdi memenangkan banyak tropi di setiap lomba yang diikuti. “Sambil menyelam minum air lah, Saya juga kan hobi otomotif,” pungkasnya.(jul)


YM

 
PLN Bottom Bar