Ratusan Tewas Berdesakan

11:00, 16/01/2011
Ratusan Tewas Berdesakan
BERDOA: Umat Hindu berdoa di Kuil Sabarimala selama Festival Maravilakku India.//AFP PHOTO/STR

Tabrakan, Bus Seruduk Upacara Keagamaan

INDIA- Kecelakaan mematikan terjadi di Kerala, India bagian selatan ketika sebuah bus bertabrakan dengan mobil jeep. Korban jiwa diperkirakan mencapai ratusan orang karena setelah bertabrakan, kendaraan tidak bisa dikontrol dan menghantam kerumunan orang.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/1), ribuan orang orang berbondong-bondong pulang usai mengikuti rangkaian upacara keagamaan di bukit Sabarimala.

Mereka berjalan beriringan sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

“Korban tewas bisa mencapai lebih dari 100 orang,” ujar pejabat Kuil Ramachandran Kadannappally.
Kadannapally mengatakan, selain terhantam oleh kendaraan yang tidak terkendali, korban tewas juga terjadi karena ribuan orang panik ingin menyelamatkan diri. Akhirnya ada juga korban tewas karena terinjak-injak.
“Operasi penyelamatan sangat-sangat sulit karena lokasi kejadiannya berada di hutan yang jalannya sangat sempit,” terang Kadannapally.

Berdesak-desakan

Sebanyak 64 peziarah tewas dan 75 orang cedera dalam desak-desakan di sebuah tempat suci Hindu di India selatan, Jumat (14/1), demikian dikatakan seorang pejabat negara bagian kepada AFP melalui telepon.
“64 mayat telah ditemukan dari lokasi musibah, 75 orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka. Sebagian besar dari mereka berada di tiga rumah sakit,” kata Kodiuyeri Balakrishnan, menteri dalam negeri negara bagian Kerala, India selatan.

Televisi NDTV melaporkan bahwa para peziarah mulai kacau berdesak-desakan setelah kecelakaan bus.
Musibah itu terjadi pada Jumat malam di sebuah daerah pegunungan terpencil selama peziarahan di tempat suci Hindu Sabarimala yang setiap tahun dikunjungi 3 hingga 4 juta orang.

“Desak-desakan itu disulut oleh kecelakaan bus,” kata Rahul Eashwar, seorang juru bicara Sabarmala Trust, kepada NDTV.

Kekacauan berdesakan pada acara umum biasa terjadi di India ketika sejumlah besar orang berada di daerah-daerah padat. Kepanikan bisa meluas dengan cepat dan akibatnya sering kali mematikan karena aturan keamanan yang minim.

Pada Maret tahun lalu, polisi di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, menyalahkan minimnya aturan keselamatan atas kematian 63 orang, semuanya wanita dan anak-anak, dalam desak-desakan di luar sebuah kuil Hindu. Sedikitnya 10 orang lagi tewas dalam kekacauan serupa di sebuah kuil di negara bagian Bihar pada Oktober. (afp/rtr/net/jpnn)


YM

 
PLN Bottom Bar