Jaksa DSW Derita Hipertensi dan Kencing Manis

10:12, 14/02/2011

JAKARTA-  Jaksa Dwi Seno Wijanarko (DSW) yang tetangkap basah oleh KPK gara-gara menerima suap dari pegawa BRI dikenal baik hati. Spontan kabar penangkapannya mengagetkan tetangga. Apalagi DSW mengidap sakit hipertensi dan kencing manis.

“Bang Seno menderita sakit darah tinggi dan kencing manis gula,” ujar tetangga dekat DSW, Muhammad Opik. Kediaman Opik berada tepat di sebelah kiri rumah DSW di Kelurahan Parung Serab, Kota Tanggerang.
Opik memperkirakan DSW sudah lama mengidap sakit itu. “Saya rasa sudah cukup lama ya,” katanya. Menurut Opik, kemarin tim dari KPK sempat menyambangi rumah DSW untuk mengambil obat-obatan DSW.
“Kemarin KPK juga sempat datang ngambil obatnya Bang Seno. Tim dari KPK ketemu langsung sama istri Bang Seno, sebelum istri dan anak Bang Seno ngungsi ke rumah saudaranya karena ramainya wartawan,” kata Opik.
Meskipun tidak memiliki hubungan darah, Opik sudah menganggap DSW seperti kerabatnya. Bahkan Opik kagum dengan kebaikan hati DSW.

“Kalau kita lihat kesehariannya, kita akan sangat prihatin. Waktu bangun rumah ini (rumah yang dihuni DSW) saja mereka kakak beradik sampai patungan,” bebernya.

DSW menetap di sebuah rumah peninggalan ortunya di gang sempit yang hanya bisa dilewati motor. Rumah itu direnovasinya menjadi dua lantai.

Selain itu, Opik juga mengatakan, bahwa DW adalah orang yang baik, saking baiknya, warga menganggapnya pahlawan.

Opik berulang-ulang menyatakan rasa ketidakpercayaannya terhadap  pemberitaan mengenai DSW. Menurut Opik, seluruh warga sudah sangat mengenal kebaikan DSW yang biasa disapa warga dengan sapaan Bang Seno.
“Warga sendiri kaget dan baru tahu Sabtu kemarin setelah melihat tayangan di TV,” kata Opik.
DSW adalah anak mantan pegawai Kejaksaan Agung yang berinisial BR. Keluarga DSW  dikenal cukup baik dan taat beragama. Warga juga sering mendapatkan bantuan dari DSW.
“Dia sering membantu warga sekitar, misalnya membelikan sebidang tanah di daerah sekitar untuk dijadikan tanah wakaf, kalau ada warga yang sakit dibantu kekurangannya biayanya, bahkan saat Idul Adha kemarin Bang Seno menyumbangkan seekor sapi untuk kurban,” beber Opik.
Kediaman DSW di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, tampak sepi. Rumah itu bercat krem dipadu dengan pink.
Opik juga merasa janggal saat dikatakan DSW tertangkap dengan sebuah mobil Terios. Karena sepengetahuannya, selama ini DSW selalu  mengendarai motor Mio hitam saat hendak ke kantor. “Makanya warga nggak percaya dia ditangkap naik mobil Terios,” katanya.
KPK menangkap DSW, jaksa dari Kejari Tangerang, lewat kejar-kejaran seru di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan. DSW menyetir Terios hitam B 1835 VFD dengan logo kejaksaan di nopolnya.
KPK menemukan uang Rp 50 juta di sebuah amplop coklat yang dibungkus dengan plastik. Uang inilah yang diduga diberikan oleh pegawai BRI kepada DSW agar si pemberi tidak terseret dalam kasus yang membelit rekannya. Pengacara DSW mengklaim uang itu untuk donasi keagamaan. (net/jpnn)


YM

 
PLN Bottom Bar