Empat Orang Berbeda Bersatu dalam Satu Musik

10:39, 28/03/2010
Empat Orang Berbeda Bersatu dalam Satu Musik
Empat Orang Berbeda Bersatu dalam Satu Musik

Kotak Band

Kotak is Rock. Kata itu sepertinya tak berlebihan bila menilikraupan prestasi band yang diawaki Tantri (vokal), Cella (gitar), Posan (drum),dan Chua (bass) di tahun 2009 ini.

Lewat album Kotak Kedua mereka berhasil menyabet trofi Grup Rock Terbaik dan Album Rock Terbaik AMI 2009 dan masih banyak lagi prestasi yang telah mereka torehkan di belantika musik Indonesia.

Berawal dari kontes Dream Band yang digelar tahun 2004 lalu, terbentuklah sebuah band bernama Kotak yang terdiri dari para personil yang telah diseleksi sebelumnya. Kotak adalah satu-satunya band yang mengusung jenis musik modern rock dan bernuansa sedikit ‘dark’. Dengan menampilkan sound distorsi yang gahar ala band-band nu metal atau modern rock namun juga dengan teknik solo gitar yang keren.Bisa dibilang, tanpa adanya Dream Band 2004, enggak bakalan ada band yang bernama Kotak. Kotak sebagai juara mendapatkan kesempatan dibuatkan album solo berjudul sama. Dengan formasi dua cowok, dua cewek memang Kotak cukup memikat dengan gaya gothicnya.

Menurut mereka, nama Kotak berarti 4 sisi dan 4 sudut yang bersatu menjadi bidang kotak yang menggambarkan 4 orang yang berbeda, namun dapat bersatu dalam satu wadah musik.

Prestasi yang mereka raih, tak lepas dengan meroketnya penjualan album Kotak Kedua yang konon Ring Back Tone alias RBTnya berhasil menembus sampai angka enam digit. Tercatat single hits Beraksi dan Masih Cinta punya andil besar dalam mendongkrak popularitas Kotak. Uniknya, dua single hits tersebut mempunyai karakter saling berbalik. Beraksi ngerock habis, Masih Cinta slow. Disebut–sebut lagu Masih Cinta merupakan prototype model lagu ballad Kotak. Walhasil, Kotak gahar di panggung dan tak termehek–mehek untuk lagu patah hati.
Kalau mencatut pernyataan Tantri, album Kotak Kedua pada dasarnya mempunyai dua porsi besar yang terbagi lagu untuk panggung dan lagu untuk pasar. “Dan ini bisa kita bedakan pada saat mendengarkannya,” tutur pengidola Armand Maulana ini.

Sebenarnya, formasi Kotak saat ini merupakan formasi jilid kedua sejak terbentuk pada tahun 2004 silam. Kotak yang saat ini dinaungi Warner Music dulunya diawaki Cella (gitar), Ices (bass), Posan (drum), dan Pare (vokal). Mereka melahirkan satu album debut berjudul Kotak.
Di tahun 2007, Ices dan Pare mengundurkan diri. Posisi keduanya digantikan Chua dan Tantri. Kegamangan pun sempat menyergap Tantri sebagai vokalis pengganti. “Karena vokal Pare yang sudah lekat di Kotak,” tutur Tantri. Sempat ia berpikir untuk meneruskan karakter vokal Pare, sebelum akhirnya memilih karakter vokalnya sendiri. Tak dinyana vokal renyah Tantri membawa hoki tersendiri dan klop untuk lagu–lagu ballad khas Kotak. Sebagai band penganut aliran modern rock yang sedikit dark efek dari pengaruh warna Evanessence terdengar gahar menampilkan sound distorsi ala nu metal dengan teknik solo gitar Cella yang keren.

Pun begitu Cella, sebagai pioner Kotak tidak berani menyebut formasi saat ini sebagai yang tersolid. “Kalau dibilang solid tidak tahu. Menilik di album pertama kita bilang solid nyatanya ganti. Kami menyikapi pergantian personil secara profesional kerja saja. Kita berusaha melakukannya secara maksimal,” kata Cella.

Dan ini coba mereka buktikan saat pengerjaan single kotak terbaru bertitel Pelan–Pelan Saja. Lagu ini disebut–sebut sebagai jembatan Kotak menuju album ketiganya. Praktis lagu Pelan–Pelan Saja mereka dapat dalam tempo empat jam. Berawal dari jamming dengan Pay di Palu Studio selama dua jam, Dewiq berhasil mengembangkan lirik dalam tempo dua jam berikutnya. “Di sini semua berjalan secara mengalir saja,” tukas Tantri.
Hebatnya lagi, Tantri secara cepat dapat menjiwai lagu tersebut. “Gampang mendalaminya karena aku mengalaminya,” celoteh Tantri. Lagu Pelan–Pelan Saja bertutur tentang soal cara melupakan mantan dan hampir semua orang pernah mengalaminya. “Ini bagian dari kisah nyata,” ujar vokalis yang sejak SMP sudah ngeband ini.

Untuk mendapatkan greget yang lebih, vokal Tantri di-direct Dadang dan Dewiq. “Di sini aku latihan vokal dari range yang rendah sampai tinggi, sampai harus menemukan desahan,” sambung Tantri lagi. Di dalam lagu bertempo medium ini, menjadi sentuhan langsung pertama bass Chua. “Kalau yang dulu aku masuk pas lagu sudah jadi, hanya tinggal nerusin saja,” seloroh pemilik nama komplit Swasti Sabda Tantri ini.(net/jpnn)

Usung Musik Modern Rock Bernuansa Dark

Kotak Band terbentuk dari ajang pencarian bakat The Dream Band yang digelar salah satu televisi swasta beberapa tahun lalu. Dody Isnaini, bassis Kahitna yang menjabat produser saat itu melakukan audisi.

Pada 27 September 2004 terbentuklah Kotak yang digawangi Pare sebagai vokalis, Prinzes Amanda (Icez) di bass, Mario Marsella (Cella) pada gitar dan Haposan Haryanto Tobing (Posan) di drum. Namun pada 2007, Pare dan Icez mengundurkan diri, dan posisi vokal diisi Tantri, sedangkan pada bass digantikan Swasty Sabda alias Chua.

Dengan mengusung musik modern rock yang sedikit bernuansa dark, serta didukung penampilan gothic, membuat Kotak langsung mendapat tempat di hati para penikmat musik Indonesia.

Debut album pertama diluncurkan pada 2005 dengan title KOTAK. Album self title ini berisi 10 lagu, di antaranya Hilang, Terbang (Khayal), Damai Hati, Kau Pilih Dia, serta banyak lagi lagu lainnya. Album ini cukup diterima para Kerabat Kotak (sebutan fans Kotak).
Selang tiga tahun kemudian, band asal Jakarta ini kembali mengeluarkan album Kotak Kedua. Album dengan 12 track ini, berada di bawah label Warner Music Indonesia yang menjagokan hits, Beraksi, Masih Cinta dan Tinggalkan Saja.

Nama Kotak semakin diperhitungkan di belantika musik Indonesia, Terbukti Tantri dkk berhasil meraih Grup Rock Terbaik dan Album Rock Terbaik dalam ajang AMI 2009. Tak hanya itu, mereka juga mendapat predikat Grup Pendatang Baru terbaik versi Anugerah Planet Musik 2009 dan meraih Most Favourite Breakthrough Artist 2009 dari MTV Indonesia Awards.

Menjelang akhir 2009, Kotak kembali merilis single teranyarnya. Single dengan judul Pelan-Pelan Saja ini merupakan ‘jembatan’ menuju album ketiga Kotak nantinya. (net/jpnn)

Ubah Imej Rocker Cewek

Vokalis grup musik rock biasanya selalu berpenampilan sangar dan keras. Namun, sosok seperti itu tak terlihat pada sosok Tantri vokalis band Kotak yang berusaha keluar dari imej ini.

Seperti diketahui, tampilan sangar dan tomboy kerap disematkan pada dirinya sejak awal kemunculannya. Namun kesan itu perlahan dihilangkan dengan semangat rock yang masih menyala.

“Pakaian jaring-jaring yang gue pake ini memang sengaja. Selain menghilangkan sisi tomboy, gue juga mau buktikan kalau penyanyi rock nggak harus kelihatan sangar. Malah tadinya gaya gue diprotes dua personil Kotak. Tapi dengan gaya cewek, gue buktiin jiwa tetap rock,” kata Tantri kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Diakuinya pula, busana jaring-jaring yang dikenakannya lebih nyaman lantaran tak mengenakan aksesori. Ia berharap, di masa mendatang bisa menemukan pakaian panggung yang feminin meski harus tanpa meninggalkan semangat rock.
“Kebetulan sekarang mood-nya sekarang jaring-jaring. Ini juga karena banyak vokalis cewek yang sudah pakai baju itu-itu saja. Gue mau yang baru. Mungkin nanti identik dengan jaring,” tandasnya.  (net/jpnn)

Sejak SD, Chua Ingin Bentuk Band

Chua tak mengira kalau dirinya bakal beken sebagai pemain bass handal di Kotak. Padahal dulu sewaktu tinggal di Makassar, dara kelahiran 3 April 1988 ini hanya iseng saat ngulik–ngulik bass.

“Tadinya sih SD sudah pingin bikin band sama temen–temen, tapi tahu sendiri kan anak SD omongan doang, baru SMP, lucu juga sih,” kenang Chua.

“Dulu aku memulainya dari gitar, nggak tahu kenapa tiba–tiba pingin main bass, kelihatannya seru saja, dengan empat senar kelihatannya gampang. Dari situ aku ngulik sendiri secara otodidak, belajar dari VCD bass, kalau gak tahu baru nanya–nanya,” sambung personil Kotak paling bontot ini.

Chua masuk Kotak menggantikan posisi Ices, bassis Kotak sebelumnya. Chua masuk saat album kedua Kotak bertitel Kotak Kedua sudah jalan. “Jadi aku tinggal lanjutin saja,” tukasnya.

Berbeda, pada saat pengerjaan single hit Kotak terbaru, Pelan–Pelan Saja. Dapat dikatakan lagu tersebut menjadi sentuhan langsung style bass Chua secara langsung. “Kalau kali ini bener–bener kerja, tidak makan gaji buta lagi,” ujarnya berseloroh.
Saat disambangi, belum lama ini, Chua yang mengaku tidak terlalu feminim dan tomboy ini, mengartikan bass sebagai jantungnya musik, pemegang ritme. “Karena bunyinya yang deg.. deg.. Dan kenapa aku pilih bass karena aku tidak bisa nyanyi, tidak bisa main drum, bisanya hanya bass doang,” pungkasnya. (net/jpnn)

kotak-band

[ketgambar]VIDEO KLIP: Personel Kotak Band dalam satu adegan video klip salah satu lagu mereka. //foto: kapanlagi.com [/ketgambar]


YM

Comments (8)

  1. cubeszt bringast kerabat kotak says:

    aq…..iNgin skALI ketemU.n berfOtO.ma kkak tAnTri,cHua.pOsaN,cELLa……..

    kPan bsa ketemu nYa nI……………

  2. putra says:

    chua itu orang nya cantik bagi nomor hp nya donk ak bkn peneror

  3. putra says:

    ak klo ktemu ak akan ngasih sure price

  4. putra says:

    kak chua on line donk pass ak udh slesei uasbn

  5. roi says:

    kotak tw band yg q sukai
    bagiin donk alamat fb nya

  6. nuria dwiek says:

    kpan kerabat kotak bisa konser disini,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    dikota kelahiran aq jombang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    untuk kak tantri makin mboisssssssssssss jhea diech,,,,,,,,,,
    untuk kak chua tambah manissssssssssssss jhea……………
    untuk kak posan and kak cella makin rock and rool jhea…………………………………………………..

  7. nuria dwiek says:

    kp4n v1diO aLbUm KOTAK y4nk ENERGI and KERABAT KOTAK d1LuNcOri3n………………………………………………..

  8. says:

    KERABAT KOTAK SEJATI,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    KOTAK IS THE BEST,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    FOREVER KOTAK IN THE JOMBANG……………………………….

 
PLN Bottom Bar