Berkolaborasi dengan Penyanyi Daerah

04:15, 08/08/2010
Berkolaborasi dengan Penyanyi Daerah

Menjelang Ramadan, musisi ramai-ramai mengeluarkan album religius. Penyanyi Opick, salah satunya. Pria kelahiran Jember itu merilis album baru dengan lirik yang sarat makna agamais. Bertajuk Shollu Ala Muhammad, karya itu diluncurkan Selasa (3/8) di Foodism, FX Plaza, Sudirman.

Pada album keenamnya yang berisi 10 lagu islami ini, pria yang sedang menanti kelahiran anak keempatnya tersebut mengajak penyanyi lain untuk berkolaborasi. Mereka adalah para finalis Festival Lagu Opick (FLO) yang terdiri dari anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Opick, album ini lebih banyak menceritakan gambaran hidupnya selama ini. “Di album ini saya lebih membebaskan diri dalam berkarya. Saya merasa masih banyak kekurangan sehingga saya banyak minta ampun kepada Allah,” katanya di sela-sela peluncuran albumnya di FX Style Sudirman, Jakarta, Selasa (3/8).

Sebelumnya, Opick melakukan perjalanan ke berbagai daerah hampir selama setahun untuk menemukan penyanyi yang cocok untuk diajak berkolaborasi. Alasan Opick memilih penyanyi daerah daripada penyanyi Jakarta karena menurutnya di sana ada penyanyi yang potensinya belum tergali.

“Karena saya pikir di daerah itu banyak potensi yang nggak tergali. Memang dari segi manajemen agak susah, karena di daerah. Tapi alhamdulillah kita bisa survive. Alhamdulillah akhirnya ada penyanyi seperti ini. Kemampuan teman-teman di daerah saya pikir bisa lebih mucul kalau dikasih kesempatan,” papar Opick.
Opick mengajak bergabung dengan tujuan supaya regenerasi musik-musik religi tetap ada. Tidak hanya mengajarkan bernyanyi, Opick juga mengajarkan mereka untuk menjadi panutan serta akhlak yang bagus.

“Kita lihat industri musik Indonesia sangat minim sekali penyanyi religi. Dan saya pikir waktu saya ga banyak dan terbatas, jadi kalau misalnya saya out, sudah ada penggantinya yang banyak. Kita nggak hanya menyiapkan bagaimana mereka menyanyi dengan baik, tapi juga panutan, akhlak dan dasar yang bagus. Industri musik Indonesia bisa ramai dengan kehadiran mereka dan juga di belantika musik-musik religi,” ujar penyanyi kelahiran Jember.
Dalam proses audisinya, Opick kerap menemui kendala. Imej orang-orang tentang menyanyikan lagu rohani yang susah mulai dari pakaian dan prilaku membuat jarangnya orang-orang yang mau menyanyikan lagu rohani.

“Nggak semua orang yang punya bakat menyanyi, itu mau menyanyikan lagu religi. Karena ada image menyanyikan lagu religi susah sekali, harus nggak boleh buka-buka kerudung, nggak bisa nyanyinya sambil goyang patah-patah, nggak bisa sambil goyang berenang. Jadi harus tertutup aurat, harus rapi. Makanya setiap titik ada 300 orang, 500-600 orang tapi ini saya pikir ini sudah sangat bagus untuk gerakan independen seperti ini dan biayanya juga lumayan oke. Sampai akhirnya saya berpikir mereka ini akan menjadi penyanyi-penyanyi yang bagus. Selain itu, di dalam album saya ini alhamdulilah sebagian besar udah masuk soundtrack sinetron dan bumper acara stasiun teve ada juga untuk yang acara-acara ramadhan nanti,” pungkas Opick.

Untuk ke depannya Opick sudah menyiapkan album kompilasi yang berisi 18 penyanyi terbaik dari Festival Lagu Opick. Opick juga berharap salah satu atau semuanya bisa berhasil. (net/jpnn)


YM

 
PLN Bottom Bar