Ingin Guncang Blantika Musik Nasional

10:36, 09/08/2010
Ingin Guncang Blantika Musik Nasional
El Sigar Band, //foto: Andri Ginting/Sumut Pos

El Sigar, Grup Latin Siregar Bersaudara

Sebagai salah satu genre musik, irama Latin sangat diminati masyarakat. Dinamika irama yang menghentak membuat jenis musik ini kerap meramaikan perhelatan-perhelatan penting
di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu pun menjadi perhatian kelima Siregar bersaudara dengan mendirikan grup musik El Sigar 2006 silam. Mengadopsi permainan Los Pancos dan Gipsy King, Yamsir Siregar (vokal, gitar), Andi Siregar (vokal, lead gitar), Jono Siregar (vokal, perkusi), Adam Siregar (vokal, bass), dan Jens Siregar (vokal, keyboard) menghadirkan kemeriahan di setiap penampilannya.

Seperti pada “Pengukuhan DAN dan Pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) Karatedo-Tako Sumatera Utara (Sumut) Periode 2010-2014 di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Minggu (8/8). Riuh aplaus selalu mengakhiri penampilan yang membawakan lagu-lagu latin terkenal. Seperti Hotel California, Folare, dan lain-lain.

“Musik latin memiliki kerumitan yang lebih, baik dari performa musik juga termasuk langka. Latin juga kita pilih agar bisa disesuaikan dengan instrumen dan pengolahan vokal personel,” jelas Yamsir di sela-sela penampilannya.
Ya, dalam penampilannya yang menggunakan instrumen seperti dua gitar akustik, perkusi, bass, juga diwarnai perpaduan vokal yang harmonis. Semua itu dipastikan hadir di setiap lagu baik dari Amerika Latin, lagu era-1950 an, hingga lagu-lagu tradisional yang menjadikan karakter tersendiri.

Tak heran bila grup musik yang bersekretariat di Jalan Pukat VII Gang Kristen No 9 Medan ini, kerap mendapat kepercayaan sebagai pengisi hiburan. El Sigar bahkan menjadi pengisi hiburan pada pelepasan duta besar Indonesia di Malaysia 2008 silam. Bahkan untuk Kota Medan, El Sigar sudah meramaikan acara yang digelar di hampir seluruh hotel di Kota Medan.

“Ya waktu di Malaysia itu yang paling berkesan, karena hadir juga perwakilan negara-negara di Asia. Mereka juga terlihat menyukai irama Latin sehingga setiap lagu yang kita bawakan disambut aplaus oleh mereka,” kenang Andi.
Totalitas kelimanya pada aliran Latin ini dapat disaksikan di Tip Top Restauran yang terdapat di Jalan Kesawan Medan setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 19.30 WIB-23.00 WIB. Meskipun membawakan lagu-lagu terbaru saat ini, irama latin tak pernah hilang dari pendengaran kita.

Namun semua itu tetap didukung oleh disiplin dalam melakukan persiapan sebelum penampilannya. “Sedangkan musisi besar saja tetap latihan dan itu juga kita lakukan untuk penguasaan yang utuh akan sebuah lagu yang akan dibawa,” ucap Adam.

Seperti halnya musisi kebanyakan, El Sigar juga punya ambisi dan cita-cita menghasilkan sebuah album. Meskipun hanya dengan memanfaatkan waktu luang, kelimanya sudah memiliki tujuh lagu ciptaan. Hanya saja semua itu masih harus menunggu.

“Untuk menggarap sebuah lagu tidak gampang, butuh totalitas baik waktu dan pikiran. Sementara kita masih makan setelah bekerja, dan untuk total sangat sulit. Tapi sudah ada tujuh lagu yang berhasil kita garap,” beber Jono.
Untuk itu kelimanya berharap ada investor yang dapat membantu mereka mewujudkan ambisi dan cita-citanya. Melalui album itu El Sigar ingin membuktikan bila Kota Medan memiliki potensi besar dalam kreativitas bermusik dalam meramaikan kancah permusikan tanah air. (*)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar