Didesak Canangkan Tahun Tanpa Kebohongan

10:52, 11/01/2011

JAKARTA- Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat kritikan keras dari para tokoh lintas agama di gedung dakwah PP Muhammadiyah kemarin (10/1). Dalam pernyataannya, mereka mengkritik pemerintah telah banyak melakukan kebohongan publik. Karena itu, mereka mencanangkan tahun ini adalah tahun perlawanan terhadap kebohongan dan pengkhianatan.

Para tokoh lintas agama yang hadir dalam pernyataan terbuka tersebut antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Situmorang, Ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe, Buya Syafii Maarif, Frans Magnis Suseno, K.H Shalahudin Wahid, dan Bhikku Sri Pannyavaro. Ikut pula dalam acara tersebut aktivis Haris Azhar dari Kontras, Anis Hidayah dari Migrant Care, Berry Furqan dari Walhi, dan Tama Satrya Langkun dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

Buya Syafii mengungkapkan, saat ini kondisi bangsa sedang rapuh di semua segi. Mulai segi moral hingga politik. Ini tak lepas dari komitmen pemerintah yang melempem menghadapi kasus-kasus yang silih berganti dihadapi bangsa Indonesia. “Monster kerapuhan mengelilingi kita. Masyarakat bawah yang paling terkena dampaknya,” katanya.
Menurut Buya Syafii, Pancasila dan UUD 1945 dengan jelas mengamanatkan untuk menyejahterakan rakyat. Namun, pemerintah justru mengabaikannya. Program pengentasan kemiskinan tak banyak dilakukan. “Undang-Undang tidak lagi menjadi acuan kerja pemerintah,” tegasnya.

Buya Syafii menuntut Presiden SBY menindaklanjuti seruan para pemuka agama tersebut. Jika bukan karena kondisi yang sudah terlampau parah, kata dia, tidak mungkin para tokoh lintas agama bersuara. “Presiden jangan tutup telinga. Jika tokoh agama sudah turun gunung namun tidak diperhatikan juga, siapa kita ini sebenarnya,” katanya.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurut dia, penguasa telah banyak melakukan kebohongan publik. Padahal, kata dia, para pembohong merupakan orang munafik. Jika kebohongan dilakukan penguasa, maka akan menimbulkan kehancuran yang sistemik. “Bila ada dampak sistemik yang terjadi, maka agama harus bicara,” tegasnya. (aga/jpnn)


YM

 
PLN Bottom Bar