Tiga Bulan Dikurung Dalam Kamar

10:17, 21/01/2011

BINJAI- Penderitaan Nisa (15) warga Langsa, Aceh Timur yang hidup dengan ibu tirinya sangat menyedihkan. Selama 3 bulan, Nisa tidak dapat keluar dari dalam rumah karena dikurung dalam kamar.

Nisa yang kini di rawat di lantai IV  RSU Dr Djoelham Binjai, terlihat sudah mulai sehat. Namun, Nisa belum bisa diajak banyak bicara disebabkan masih trauma yang cukup berat.

Rasa trauma Nisa, diperlihatkan setelah ia mengaku lupa nama ibu tirinya dan nama ayah kandungnya. Nisa hanya mengaku, kalau ia anak satu-satunya dari ayah dan ibu kandungnya. “Saya anak satu-satunya dan anak ibu tiri saya ini ada empat orang,” ujar Nisa sambir terbatuk-batuk.

Nisa juga mengaku, tidak mengetahui apa sebab ibu tirinya tega melakukan penganiyaan itu terhadap dirinya. “Saya tidak tahu lah, saya langsung dikurung di kamar dan diberi makan satu hari dua kali,” terang Nisa.

Bahkan, Nisa tampak ingin melupakan kenangan pahit itu, saat ia hidup bersama ibu tirinya. Sebab, sesekali  Nisa tidak ingin menjawab ketika ditanya oleh wartawan koran ini dan Nisa lebih memilih mengalihkan cerita kepada pasien yang ada di sebelahnya. “Sudahlah, dari tadi malam asik itu aja. Nek, mau susu, kalau mau itu susu,” kata Nisa menawari salah seorang pasien mengalihkan cerita tentang penderitaannya itu.

Setelah Nisa bercerita dengan salah seorang pasien, ia kembali dapat diajak bercerita tentang kehidupannya bersama ibu tirinya. “Apa yang telah dilakukan ibu tiri saya diketahui ayah,” kata Nisa, seraya menambahkan, ayahnya bekerja sebagai tukang becak dan ibu tirinya hanya ibu rumah tangga.

Rosdiana, dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Binjai menjelaskan, Nisa masih trauma dengan apa yang dialaminya selama tinggal bersama ibu tirinya tersebut.

Untuk itu, KPAID akan terus mendampingi Nisa hingga sembuh dan KPAID akan terus mencari tahu tentang keluarganya.(dan)


YM

 
PLN Bottom Bar