Tiga Negara Minati Investasi Perumahan

10:30, 22/01/2011

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membuka peluang kerja sama dengan dunia internasional serta negara-negara donor untuk meningkatkan investasi dalam program pembangunan perumahan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini sejumlah negara seperti Australia, Cina, Korea Selatan telah menawarkan sejumlah bantuan serta program kerjasama pembangunan dalam bidang perumahan. Hal ini disampaikan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa di Jakarta, kemarin.

“Sejumlah negara telah menawarkan kerjasamanya. Kami membuka peluang kerja sama dengan dunia internasional terkait bidang perumahan,” ujar Suharso Monoarfa.

Menurut Suharso Monoarfa, dirinya sempat menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Mr. Greg Moriarty di Kantor Kemenpera. Dalam perbincangan tersebut, pihak Australia menawarkan kerjasama di bidang program pembangunan perumahan. “Kerjasama yang ditawarkan terkait studi pembangunan perumahan rakyat,” terangnya.

Selain dari Australia, imbuh Suharso, Kemenpera juga sempat diberi informasi mengenai adanya minat dari Cina membantu pembiayaan perumahan.

“Berdasarkan informasi, Cina ingin memberi soft loan kepada kita. Namun demikian, kami juga harus berhati-hati mengingat ada program serupa yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah digulirkan. Jangan sampai hal itu mengganggu jalannya program FLPP ini,” terangnya.

Tawaran kerjaasama itu, kata Suharso Monoarfa, juga datang dari Korea Selatan. Negara tersebut sebenarnya telah memiliki sejumlah dana sebesar Rp1,5 Triliun yang rencananya akan dipakai untuk program kerjasama di Bali. Pihak Kemenpera saat ini masih mempelajari prosedur yang harus dipenuhi apabila ingin ikut serta dalam program kerjasama terebut.

“Adanya kerja sama dengan dunia Internasional akan tetap kami galang, khususnya program rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta terkait target MDG’s serta peningkatan kualitas perumahan dan permukiman kawasan kumuh,” ujarnya. (net/jpnn)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar