Tak Punya Ketua, Sekretaris dan Jabatan Lain

09:10, 08/02/2011
Tak Punya Ketua, Sekretaris dan Jabatan Lain
GAYA: Ekspresi anggota Changcut Ranger Medan (CR 18).
Tak Punya Ketua, Sekretaris dan Jabatan Lain
Anggota CR 18 foto bersama personil The Cangcuther, Dipa.

Changcut Ranger Medan (CR18)

The Changcuter merupakan salah satu band ternama Indonesia yang mampu menyedot perhatian masyarakat Indonesia lantaran lagu-lagunya yang unik, enerjik, dan gaya personilnya yang khas. Maka tak heran jika kini grup band itu memiliki penggemar di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di Kota Medan.

Mengikuti forum penggemar The Changcuter lainnya, sekelompok remaja Kota Medan ini pun menggunakan nama Changcut Ranger Kota Medan. Namun, ada sedikit perbedaan pada Changcut Ranger Kota Medan ini yang tak lepas dari sejarah kelahirannya. “Awalnya itu saya, Uchi, Diah, Dayat dan ada sekitar 20-an anak kumpul di Pendopo USU sepakat memilih tanggal 18 Januari 2008 sebagai hari kelahiran Changcut Ranger Kota Medan. Nama ini kemudian kita singkat menjadi CR18,” jelas Eri Arianto (19).

Seperti forum lainnya, Changcut Ranger Kota Medan atau CR18 ini pun didirikan sebagai ajang kumpul para pecinta grup band The Changcuter yang ada di Kota Medan. “Misinya itu ingin membentuk sebuah wadah bagi penggemar The Changcuter. Jadi di situ kita bisa berbagi cerita mengenai band kesayangan kita itu,” ucapnya.

Keberadaan CR18 sendiri mendapat sambutan dari masyarakat Kota Medan khususnya penggemar The Changcuter. Seperti halnya Eri yang mengaku menyukai musik yang dibawakan meskipun dalam bermain musik, dirinya tetap terbuka dengan irama lainnya. “Saya suka musiknya yang bernuansa era 80-an dan rock and roll gitu. Beda dari musik nasional yang didominasi irama pop melayu,” aku mahasiswa Sejarah USU angkatan 2008 ini.

Demikian pula halnya dengan mahasiswi Politeknik Negeri Medan (Polmed), Soraya. Seperti halnya penampilan grup The Changcuter yang kocak, kehadiran Soraya pun kerap membuat heboh acara kumpul para CR18 ini. Ada juga Pandu, mahasiswa STT Harapan Medan yang kehadirannya melengkapi tingkah kocak Soraya.

Uchi sendiri mengaku senang dengan keberadaan CR18. Bagi mahasiswi Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Harapan Medan ini, CR18 sangat fleksibel terhadap keanggotaannya. “Kita sih sama semua di dalam. Tidak ada istilah ketua, sekretaris, atau jabatan lainnya. Jadi semua bisa bebas mengekspresikan diri meskipun tetap ada norma yang kita jaga,” tukasnya.

Yang diungkapkan Uchi kelak menjadi keunikan lain dari CR18. Tidak seperti forum fans grup band lainnya, CR18 tidak mengenal struktur organisasi kebanyakan. Seluruh anggota memiliki tingkat yang sama yaitu bahagian dari CR18. “Kita memang sepakat untuk tidak menggunakan jabatan pada organisasi. Karena bagaimanapun hal tersebut akan menimbulkan jarak di antara sesama anggota, kita tidak ingin itu. Lagipula kita tidak ada kepentingan selain memperkenalkan The Changcuter melalui CR18,” tegas anggota lainnya Diah.

Awalnya memang keanggotaan CR18 sebahagian besar dari kalangan mahasiswa. Namun belakangan, keanggotaan yang sudah mencapai 100 orang ini terdiri dari berbagai latar belakang. Tidak hanya mahasiswa, pelajar, juga dari kalangan awam.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini menambahkan, CR18 kerap mengadakan pertemuan untuk sekedar sharing, temu kangen, atau membahas info terkini mengenai The Changcuter. “Kalau anak-anak CR18 kumpul, pasti seru. Kami sering kali berbagi cerita, jalan-jalan bareng, nonton konser The Changcuter bareng, dan yang paling penting, kami selalu update mengenai jadwal manggung band idola kami,” imbuh penyuka warna pink itu.

Untuk mengupdate informasi dan kegiatannya, setiap anggota memanfaatkan situs jejaring sosial ‘facebook’. Begitupun dengan dokumentasi yang mereka buat akan dishare ke semua anggota yang saling terkoneksi. Di usianya yang hampir satu tahun, CR18 pun mempertegas keberadaannya dengan mencetak kaos yang akan dikenakan setiap ngumpul. Namun kaos tersebut juga sering dipakai oleh anggota yang jalan sendiri.

Selama ini Pendopo USU pun menjadi base camp. Dari situ mereka merencanakan rute perjalanan yang akan ditempuh saat itu. Tak satu pun mall yang alpa dari rute perjalanan mereka. Food Court SUN Plaza misalnya menjadi alternatif nongkrong anak-anak CR18 ini.  (jul)


YM

 
PLN Bottom Bar