Bersatulah Rakyat Mesir

11:01, 03/01/2011
Bersatulah Rakyat Mesir
CHAOS: Sekelompok pemuda Kristian melakukan balasan terhadap kelompok Muslim dengan merusak fasilitas di kawasan Al-Qiddissine Mesir, pasca serangan bom di dekat gereka di Alexandria Mesir, Sabtu (1/1) lalu. Presiden Mesir berharap rakyatnya tidak terprovokasi ulah terorisme tersebut. //AFP PHOTO/MOHAMMED ABED

KAIRO- Presiden Mesir, Hosni Mubarak meminta rakyat Mesir, khususnya umat Kristiani dan Muslim, bersatu melawan terorisme. Hal itu disampaikannya beberapa saat setelah sebuah bom meledak di Gereja al-Qiddissin di Alexandria, Mesir, Sabtu (1/1) lalu.

Bom itu meledak beberapa saat setelah misa tahun baru. Ledakan itu menewaskan 21 orang dan melukai setidaknya 70 orang.

“Aksi terorisme ini menyentak kesadaran bangsa ini, mengagetkan perasaan, serta melukai hati umat Muslim dan Kristiani di Mesir,” katanya melalui sebuah siaran yang ditayangkan oleh saluran televisi negara.
Mubarak mengatakan, aksi peledakan tersebut mencerminkan bahwa Mesir menjadi target terorisme dan terorisme tak mengenal perbedaan korban yang beragama Muslim ataupun Kristiani. “Kita semua bersatu menghadapi terorisme,” kata Mubarak.

Ia yakin, persatuan Rakyat Mesir mampu mengalahkan aksi terorisme. Mubarak mengatakan, terorisme ini didukung oleh kelompok asing yang menginginkan Mesir tak ubahnya negara-negara lain yang menderita akibat aksi terorisme.
Selain Mubarak, para pemimpin utama Muslim di Mesir juga menyampaikan rasa belangsungkawanya. Mereka juga meminta agar rakyat Mesir bersatu.

Sementara itu, kelompok oposisi, Persaudaraan Muslim atau the Muslim Brotherhood, mengatakan, tak ada agama di dunia yang merestui tindakan terorisme. Sebagai buntut pengeboman tersebut, aksi protes terus melanda Mesir.
Beberapa saat setelah pengeboman, umat Kristiani di Alexandria langsung menyerang masjid di daerah tersebut. Tak hanya itu, kelompok Kristiani di Alexandria sempat baku hantam dengan umat Muslim setempat.
Dilaporkan pula, kelompok Kristiani yang marah juga sempat bentrok dengan polisi yang hendak mengamankan daerah tersebut. Setidaknya, puluhan polisi dikerahkan. Mereka terpaksa menyemprotkan gas air mata untuk menenangkan kelompok massa yang marah.
Akibat pengeboman itu, kelompok Kristiani di Mesir meminta Wali Kota Alexandria, Adel Labib, untuk mengundurkan diri. Ditenggarai, salah satu penyebab pengobaman itu adalah pengamanan yang lemah di sekitar gereja. (net/jpnn)


YM

 
PLN Bottom Bar