Korban Tewas Cuma Mau Berobat

11:05, 12/12/2010
Korban Tewas Cuma Mau Berobat
Nagodang Lubis, Ayah Lando Lubis yang menjadi korban amuk massa akibat isu penculikan anak.//sopyan/sumut pos
  • Polisi: Penculikan Anak Hanya Isu
  • Ayah Lando: Anak Saya Bukan Penjahat

TEBING TINGGI- Jenazah Lando Lubis (35), pria yang menjadi korban amuk massa di Nagori Sambosar Raya Dusun I, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, akibat isu penculikan anak, sudah diambil keluarganya, Sabtu ( 11/12) sekira pukul 15.30, usai dilakukan otopsi di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi. Pria naas itu ternyata pamit untuk berobat dari penyakitnya.

Ayah Lando Lubis, Nagodang Lubis (56) dan ibunya, Nuning (53), warga Lokasi Jampringan, Desa Bangun Sari, Dusun 13, Tanjung Morawa itu datang melihat jenazah anaknya. Nagodang tak bisa menahan kesedihan melihat anaknya terbujur kaku di ruang mayat RSUD dr Kumpulan Pane. Air mata Nagodang terus menetes.

Menurut Nagodang Lubis, Lando merupakan anak nomor dua dari tujuh bersaudara.
Menurutnya, kabar tentang kematian Lando Lubis baru sampai ke telinganya tadi pagi (kemarin) setelah ramai diberitakan di media cetak. Setelah mendengar kabar, dia langsung menuju Tebing Tinggi ditemani kerabat dan teman-teman korban.

Menurut Nagodang, Kamis (9/12) petang sekira pukul 16.30 WIB, Lando berpamitan kepada ayahnya untuk pergi ke Sipis-pis mengobati penyakit asmanya yang sudah menahun. Setahunya, katanya, selama ini Lando berjualan dan sering merantau kemana-mana. Setelah cerai dengan mantan istrinya, Ayu (32) tiga tahun yang lalu dan mempunyai 2 orang anak puteri, Lando tinggal bersama kedua orangtuanya.

‘’Sejak cerai dengan istrinya Lando tinggal bersama kami sampai sekarang, setiap hari Lando selalu mengeluhkan penyakit asmanya yang tak kunjung sembuh. Sudah berobat kemana-mana namun tidak kunjung sembuh juga,” ujar Nagodang Lubis sambil menangis. Menurutnya, Lando pernah menjadi Satpam di XL Star di kawasan KIM di Tanjung Morawa sekitar tahun 2005, setelah tak bekerja lagi Lando sering merantau keluar daerah menjual hasil kerajinanan tangan. Diakuinya, Lando merupakan wartawan SKM Madya Pos di Medan 9 bulan belakangan ini. ”Pengakuan Lando kepada saya sebagai wartawan,” cetus Nagodang.

Menurut Nagodang, Lando lahir di Kota Tebing Tinggi Kampung Rao Kelurahan Mandailing, Tebing Tinggi Kota 35 tahun yang lalu. Setelah menikah Lando pindah ke Tanjung Morawa. ‘’Masa kecil Lando terkenal orang yang paling murah seyum, suka tertawa dan tidak jahat terhadap kawannya,” katanya.

Harapan Nagodang, kepada penegak hukum agar mengusut tuntas pelaku penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas dengan tuduhan mau melakukan kejahatan.

“Anak saya belum terbukti bersalah dan siapa kawan-kawannya pada saat itu. Saya minta segera diusut tuntas pelaku pembunuhan terhadap anak saya. Kami tidak terima kematian anak saya apalagi dituduh berbuat yang tidak-tidak. Saya tidak terima anak saya dituduh penjahat dan penculik anak, usut dengan cepat pelaku pembunuh anak saya,”sambungnya.

Dahlia Lubis, paman Lando mengatakan, Lando anak yang baik dan sering datang ke Tebing Tinggi. “Lando sering membawakan saya lemang. Saya tidak percaya kalau dia itu jahat,” kata Dahlia Lubis.

Sementara itu, teman Lando, Yusuf (38) juga mengaku, tak terima dengan kematian temannya. “Polisi harus segera mengusut tuntas pelaku pembunuhan Lando. Saya tidak yakin kalau Lando dibilang pencuri dan penjahat karena selama ini dia baik terhadap kami. Tak pernah ada masalah,” ujar Yusuf.

Menurutnya, dua hari sebelum kejadian, Lando naik becak bermotor dan bertemu dengan temannya mengendarai mobil. “Tapi kami tak kenal kenal temannya itu,” ujar Yusuf.

Teman lainnya, Safii (38) juga mengaku, tak yakin kalau Lando mau melakukan kejahatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, isu penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS) berantai itu mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat (10/12) kemarin.

Di Serdang Bedagai, satu peronda malam di Desa Bartong Dusun I Kecamatan Sipis-pis, Sergai bernama Rasonang Purba Girsang (45) meninggal ditabrak mobil kijang BK 10 UT. Sedangkan seorang penumpang mobil kijang tersebut bernama Lando Lubis (35) dihakimi massa hingga tewas.

Sedangkan di kawasan Pasir Putih, Desa Pematang Lahar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, lima pria yang menaiki mobil kijang BK 7409 TX dilempari dengan batu dan dihajar warga hingga babak belur.

Jangan Gampang Terpancing Isu

Sementara itu, Kasubid Dokliput Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan meminta masyarakat jangan terpancing dengan isu penculikan anak dengan main hakim sendiri.

“Masyarakat diimbau tidak mempercayai isu-isu yang berkembang sebelum ada penjelasan dari pihak kepolisian,” ujar Nainggolan, Sabtu (12/12).

Menurutnya, bila ada masyarakat mendapatkan isu tersebut segera melaporkannya ke pihak yang berwajib dan jangan main hakim sendiri. “Laporkan kepada pihak kepolisian dan kita segera mengambil tindakan secara profesional dan proporsional, “ ucapnya.

Nainggolan menyebutkan pihaknya masih menyelidiki apakah benar terjadi penculikan atau hanya sekadar isu. “Kalaupun hanya isu, polisi akan mencari si penyebar isu itu,” tegasnya.

Nainggolan juga menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga, sehingga mengakibatkan dua warga tewas. Dimana, selama ini masyarakat Sumut tidak gampang terpancing oleh provokasi orang-orang tidak bertanggungjawab. “Mari bersama-sama kita menjaga kondusifitas masing-masing wilayah demi terciptanya kamtibmas, “ bebernya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran polres dan polresta untuk menghentikan isu tersebut. Polresta dan Polresta serta jajarannya diimbau untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat terkait isu penculikan yang telah meresahan masyarakat.

“Lakukan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak termakan isu-isu penculikan,” ujarnya.
Menurut Oegroseno, isu penculikan ini harus segera dihilangkan dari tengah-tengah masyarakat dan mengembalikan situasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kondusif kembali. Ia pun menyesalkan penyebar isu tersebut. (mag-3/mag-1)


YM

 
PLN Bottom Bar