Gadis 16 Tahun Ditenggelamkan ke Sumur

10:08, 13/01/2011

Ditemukan Membusuk

LANGKAT- Isu penculikan yang sempat menghebohkan warga beberapa waktu lalu, ternyata bukan isapan jempol belaka. Buktinya, seorang gadis belia bernama Jumiati (16) warga Irian Barat, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Langkat, ditemukan membusuk, Selasa (11/1) malam, setelah menghilang selama satu minggu.

Keterangan diperoleh dari sejumlah warga menuturkan, jasad Jumiati ditemukan di dalam sumur tua di Dusun Aras Mesin, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, dengan kondisi memprihatinkan.

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh pencari keong emas yang melintasi sumur tua di areal perkebunan kelapa sawit yang terletak sekitar 3 Km dari pemukiman warga. Saat itu, pencari keong emas mencium bau busuk di areal perkebunan.

Setelah mencari-cari arah bau busuk tersebut, ternyata berasal dari dalam sumur tua sedalam 7 meter. Dari dalam sumur, pencari keong emas melihat jasad manusia yang terapung diatas permukaan sumur tanpa mengenakan pakaian.

Mendapati hal itu, pencari keong emas ini lantas melaporkan temuannya ke perangkat desa setempat. Oleh pihak kelurahan, sejumlah warga pun diajak untuk melihat temuan pencari keong emas tersebut. Ternyata benar, dari dalam sumur tua itu, warga melihat sesosok tubuh wanita terapung tanpa busana.

“Pencari keong emas yang melihat pertama kali jasad tersebut dan memberitahukannya kepada warga. Saya pun diberitahu warga dan kami melihat kelokasi setelah melaporkan ke pihak kepolisian,”ujar Sutarno Kades Harapan Jaya kepada wartawan di Mapolsek Brandan. Begitu petugas kepolisian sampai di lokasi penemuan, langsung melakukan evakuasi dibantu sejumlah warga. Evakuasi korban berlangsung selama 3 jam, karena dalamnya lubang sumur dan sempitnya area sumur.

Begitu jasad berhasil dievakuasi dari dalam sumur, kondisi gadis belia ini nyaris tidak dapat dikenali oleh warga. Pinggang korban terikat tali plastik yang digantungi 2 karung plastic (goni) berisi batu koral. Untungnya, cincin yang dipakai korban dijari manis kirinya tidak terlepas dari jemarinya, sehingga orang tua korban dapat mengenali jasad putrinya yang mulai membusuk ini.

Menurut Juliani (40) ibu tiri korban kepada wartawan menerangkan, korban pergi bersama pacarnya Irianto (18) warga Aras Mesin, Desa Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, pada Jum’at (4/1) malam sekira pukul 20.00 Wib.
Tidak berapa lama, sekira pukul 22.00 Wib, Irianto kembali kerumah ibu tirinya seorang diri. Anehnya, kepada orang tua korban, Irianto menerangkan, kalau mereka diroampok oleh dua pria tidak dikenal di Jalan Lingkar. Akibat perampokan itu, handphon dan uang Rp250 milik korban raib, sedangkan korban dilaporkan diculik oleh kedua perampok tadi.

Mendapati hal itu, Irianto dan orang tua korban mendatangi Mapolsek Pangkalan berandan untuk membuat pengaduan terkait perampokan tersebut. Meski menaruh curiga dengan Irianto, namun orang tua korban tidak dapat berbuat banyak, karena tidak ada bukti dan saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.”Kami sempat curiga, mengapa pacarnya bisa selamat, sedangkan korban diculik, mana tanggungjawab dia sebagai pacar,”usik Juliani mengenang.
Ketika ditanya keluhan korban sebelum pergi bersama pacarnya, Juliani mengaku, kalau putri tirinya itu, sempat bercerita, kalau dirinya pernah melakukan hubungan intim bersama pacarnya sebanyak 4 kali. “Waktu malam itu, pacarnya memang maksa untuk membawa korban, katanya ingin jalan-jalan,”ungkap Juliani.

Meski sudah membuat pengaduan ke Mapolsek Brandan, namun kabar tentang menghilangnya Jumiati tidak kunjung didapat, hingga akhirnya Jumiati ditemukan warga didalam sumur tua dengan kondisi tidak bernyawa, Selasa (11/1).
Menyikapi hal itu, Kapolsek Brandan AKP H Kosim S, ketika dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah menetapkan Irianto sebagai tersangka tunggal atas pembunuhan ini. Penetapan tersebut berdasarkan pengakuan tersangka, yang mengaku telah membunuh  korban dengan cara mencekik dan menenggelamkannya kedalam sumur karena tidak ingin dinikahkan oleh orang tuanya dengan korban. (ndi/uma)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar