Aneka Dodol dan Makanan Ringan

10:19, 16/01/2011
Aneka Dodol dan Makanan Ringan
BELANJA: Seorang pengunjung memilih aneka dodol di lokasi wisata kuliner Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan beberapa waktu lalu.//Anwar/Sumut Pos

Desa Bengkel, Ikon Kuliner Sergai

Bagi sejumlah penumpang kendaraan pribadi ataupun bus umum yang melintas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai tak lengkap rasanya, jika belum singgah membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah ataupun sekadar mencicipi makanan khas (kuliner) di Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Selain itu tak jarang juga pengendara sepeda motor yang menuju kota turis Parapat (Danau Toba) juga singgah di Pasar Bengkel ini.

Sejak puluhan tahun, Desa Bengkel yang lokasinya persis di jalan lintas Sumatera (jalinsum) memiliki ratusan kios yang menjual makanan khas (kuliner) dodol, keripik, opak yang berasal dari bahan  ketela.
Mengikuti selera pembeli, para pengusaha melakukan terobosan dalam hal pengolahan kuliner khususnya dodol.
“Jika dahulu kita hanya membuat dodol jenis yang biasa tanpa ada variasi rasa dan aroma, maka kini dodol telah memiliki aneka rasa. Itu tergantung bahan campurannya, ada dodol rasa durian, kacang, pandan dan vanili. Begitu juga dengan makanan yang berasal dari ketela, bentuk dan cara pembuatannya juga bertambah variasinya,” bilang Adi Santika pemilik Kios dodol Mentari kepada koran ini, beberapa waktu laku. Harga dodol relatif terjangkau, ada durian, pandan dan nenas. Rasanya cukup menggoda lidah karena bahan yang digunakan asli dan tanpa bahan pengawet.

Disebutkan  Adi lagi, sebenarnya sekarang yang dijual bukan hanya melulu dodol, tetapi termasuk semua jenis maakanan dan minuman ringan. ‘Icon’ Desai Bengkel sebagai tempatnya dodol sudah menjadi image masyarakat khususnya yang kerap melintasi wilayah Jalinsum, baik yang akan menuju ke arah Medan  maupun sebaliknya.
Sementara itu, sejumlah penumpang bus umum ataupun pribadi yang singgah di kios tempat khas kuliner di Sergai mengakui  variasi makanannya banyak dengan harga yang terjangkau, dalam arti tidak ‘mencekiki leher’ seperti di tempat atau lokasi khsusus yang ada di sejumlah daerah. “Harganya terjangkau, sedangkan fasilitas yang bagi pengendara juga disediakan pemilik kios makanan,” ujar Badrul Helmi warga Kota Tebing Tinggi mengaku singgah di Pasar Bengkel untuk membeli dodol rasa durian pesanan istrinya.(mag-15)


YM

 
PLN Bottom Bar