3 Warga Dibantai Pakai Parang Babi

11:27, 28/01/2011

Pesta Pernikahan Berdarah di Tapteng

MANDUAMAS-Tiga pria bersaudara, Edison Gulo (30), Hermanto Gulo (32), dan Katoo Gulo (35) seperti kerasukan setan usai menenggak minuman keras. Menggunakan pisau pemtong babi, ketiganya lalu membantai tiga orang warga yang sedang menghadiri pesta pernikahan. Dua tewas di tempat dan satu kritis, kemudian para pelaku melarikan diri.

Peristiwa ini terjadi di rumah milik Maato Telaumbanua yang menggelar pesta pernikahan putrinya di Dusun Lae Salak, Desa Laemonong, Kecamatan Manduamas, Tapteng, Rabu (25/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Adapun dua korban tewas adalah penduduk setempat yakni Yaaso Lawolo (45) dan Faogadodo Zendrato (50). Sedangkan Fidaman Batee (38) kondisinya kritis dan dirawat di Puskesmas Manduamas.

Informasi yang di himpun Metro Tapanuli (grup Sumut Pos) dari sejumlah warga di TKP di Dusun Lae Salak Desa Lae Monong, atau sekitar 10 km dari ibukota Kecamatan Manduamas, Maato Telaumbanua memang mengundang Edison Gulo. Edison kemudian mengundang saudaranya yang lain untuk menghadiri pesta yang berjarak 7 km dari desa mereka di Sirakot-Rakot.

Saat minum minuman keras, Edison bertindak usil kepada seorang undangan pesta lain. Menurut warga, Edison memang beberapa kali berbuat kasar kepada warga lainnya.

Setelah ditegur pemilik pesta, Edison malah mengancam akan membunuh undangan lainnya.
Sekitar pukul 15,30 WIB, pengantin perempuan di turunkan dari rumah untuk diantarkan kepada pihak keluarga laki-laki. Baru berjarak sekitar 50 meter dari tempat pesta, tiba-tiba Edison Gulo mengeluarkan pisau panjang dari bajunya sambil mengayun-ayun pisau dan mengancam warga. “Siapa yang tahan ke pisau ini agar mendekat.”
Fidaman Batee warga setempat yang menegur ulah Edison malah menjadi sasaran. Terjadilah perkelahian tak seimbang antara Fidaman dan Edison. Fidaman pun mengalami luka bacok di kepala.

Melihat kejadian itu warga lain bernama Yaaso Lawolo berusaha melerai keduanya. Namun secara tiba-tiba datang Hermanto Gulo dan Katoo Gulo, saudara Edison sambil membawa parang yang sebelumnya digunakan memotong babi untuk keperluan pesta. Salah satu dari keduanya menikan Yaaso Lawolo dari belakang pada bagian punggungnya hingga tembus ke bagian dada. Yaaso Lawolo tewas bersimbah darah di TKP. Setelah korban tewas ketiga tersangka meninggalkan TKP.

Baru beberapa puluh meter beranjak dari TKP, ketiga tersangka melihat Faogadodo Zendrato di rumahnya. Entak apa sebabnya, ketiganya mengejar dan membacok Faogadodo di perutnya hingga usus terburai. Faogadodo tewas seketika, sementara ketiga pelaku melarikan diri.

Warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkan kepada polisi. Beberapa saat kemudian polisi yang dipimpin Kapolsek Manduamas AKP TR Gea turun ke TKP dan mengejar tersangka. Hingga tadi malam, ketiga masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Semua anggota sudah kita kerahkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ketiga tersangka tertangkap,” kata Kapolsek.

Maato Telaumbanua, pemilik acara pesta yang ditemui di kantor polisi menegaskan, perkelahian dan pembantaian itu tidak ada hubungannya dengan pesta.

“Itu murni perkelahian karena sebelumnya tidak perselisihannya dengan ketiga tersangka maupun warga setempat,” katanya. Dia membenarkan mengundang Edison ke pestanya. “Edison Gulo adalah menantu saya sedangkan ketiga korban adalah tetangga saya. Jadi saya wajar mengundang semuanya,” ucapnya.

Soal motif pembunuhan, hasil pemersiksaan sementara murni perselisihan yang dipicu pengaruh minuman keras. “Berdasarkan pemeriksaan kita, kedua pihak sudah minum minuman keras sejak pagi,” lanjut Kapolsek Manduamas.(mas/smg)

Kronologi Maut di Pesta Nikah

15.30 WIB

  • Para undangan minum minuman keras. Terjadi ketegangan antara Edison Gulo dan undangan lain.
  • Maato Telaumbanua menegur, Edison malah mengancam membunuh undangan.
  • Saat pengantin perempuan di turunkan dari rumah untuk di antarkan kepada pihak keluarga laki-laki, Edison mengeluarkan pisau panjang dari balik bajunya.
  • Fidaman Batee yang menghardik Edison malah diajak bertengkar dan dibacok di kepala hingga tewas tak lama kemudian
  • Yaaso Lawolo berusaha melerai perkelahian, ditikam di bagian perut oleh Hermanto Gulo dan Katoo Gulo
  • Edison, Hermanto dan Katoo melenggang pergi kemudian mengeroyok Faogadodo Zendrato, tak jauh dari lokasi, hingga tewas di tempat.
  • Ketiga pelaku melarikan diri

YM

Kata kunci pencarian berita ini:

Comments (1)

  1. rony sinulingga says:

    pesta pernikahan dibarengi minuman keras apakah sudah tradisi kita?

 
PLN Bottom Bar