Ayam Kinantan Capai Target

11:18, 05/02/2011

(2)PSMS v Persita(1)

MEDAN-PSMS berhasil mencapai target 20 poin di putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia musim ini. Laga penutup paruh musim sukses dimenangi, ketika mengalahkan Persita Tangerang 2-1 di Stadion Teladan Jumat (4/2).

Kurniawan Dwi Yulianto dan Vagner Luis jadi pahlawan kemenangan PSMS. Sedangkan gol lawan dikemas striker muda Persita, Agus salim. Dengan hasil itu PSMS menduduki peringkat ketiga klasemen sementara menyalip Persita Tangerang.

Vagner Luis tampil sebagai pahlawan dengan gol penentu kemenangan di menit 77. Sebelumnya Kurniawan membawa PSMS unggul di menit 13 yang mampu disamakan Agus Salim di menit ke 39.

Kemenangan ini tentu saja disambut sukacita kubu PSMS. “Ini berkat doa masyarakat Medan. Kalau tidak mana mungkin kita bisa seperti ini,” ujar Suharto, Pelatih PSMS, usai laga.

Senada dengan Suharto, Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa berterima kasih atas jerih payah pemain yang bermain habis-habisan. “Kita sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Persita sangat menyulitkan kita malam ini. Namun anak-anak berjuang sekuat tenaga,” tukas Benny.

Ambisi memetik poin penuh membuat PSMS langsung tancap gas sejak laga dimulai. Kali ini Kurniawan Dwi Yulianto kembali dipercaya berduet dengan Gaston Castano di lini depan.

Peluang pertama diperoleh Kurniawan. Namun tendangan voli Si Kurus masih melambung. Menit ke 9, giliran Gaston Castano yang mengancam lewat tendangan bebas yang masih mampu diamankan Riky, yang mengawal mistar Persita. Menit ke 13, kebuntuan akhirnya pecah. Di kesempatan keduanya, Kurniawan mampu memaksimalkan umpan terobosan Zulkarnaen menjadi gol setelah mengecoh Riky.

Tertinggal 0-1, Pendekar Cisadane, julukan Persita, mencoba bangkit. Menit 18, Persita mengancam gawang PSMS. Christian Carassco mendapat bola di luar kotak penalti namun masih mampu diselamatkan Vagner. Begitu juga dengan peluang Agus Salim yang masih tipis di atas mistar gawang. Agus Salim kembali membahayakan gawang Andi Setiawan setelah meneruskan umpan Carassco. Namun tendangannya kembali menyamping.

Serangan bergelombang Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 39 lewat Agus Salim yang sukses menempatkan bola ke sudut kanan gawang PSMS, setelah sebelumnya menguasai bola dengan sangat tenang di kotak penalti PSMS. Andi Setiawan di bawah mistar gawang PSMS pun tak kuasa menahan bola untuk gagal jadi gol. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, PSMS langsung mengancam gawang Persita. Kurniawan yang mendapatkan bola di kotak penalti mengumpan kepada Gaston yang melepaskan tendangan. Namun masih mampu diblok kiper lawan. Zulkarnain  juga membuka peluang lewat tandukannya, sayang masih melayang tipis di atas mistar.

Laga berjalan semakin ketat kedua tim bergantian melancarkan serangan. Bahkan tak jarang permainan keras terjadi dan memaksa wasit Supratman mengeluarkan total lima kartu kuning, empat Persita dan sisanya untuk PSMS.

Laga juga diwarnai kepemimpinan wasit yang buruk. Beberapa kali keputusan wasit memicu protes keras kubu PSMS. Salah satunya aksi Gaston yang dijatuhkan di kotak penalti namun tidak dianggap pelanggaran oleh wasit.

Pertengahan babak kedua, Suharto memasukkan Jose Sebastian menggantikan Alfian Habibi untuk meningkatkan daya dobrak tim. Pergantian membuahkan hasil menit 77. Jose memberikan umpan matang lewat tendangan sudut yang ditanduk Vagner menjadi gol. Skor 2-1 untuk Ayam Kinantan, julukan PSMS.

Tidak maksimalnya penampilan Cristian Carasco di lini depan Persita membuat Arsitek tim, Elly Idris menggantikannya dengan Ade. Sebelumnya Idris juga memasukkan Omar dan Bastian. Empat menit jelang bubaran, Gaston melepaskan tendangan voli yang mengejutkan kiper Persita, Riky. Beruntung kiper kedua timnas U-23 ini menggagalkan peluang tersebut.

Hingga berakhirnya laga, skor tak berubah untuk keunggulan PSMS.
Asisten Pelatih Persita, Agus tak bisa menutupi rasa kecewanya. “Semua orang yang berada di dalam tim tentu ingin menang. Tapi inilah sepak bola dan kita harus terima. Tapi kita menyayangkan adanya lemparan dan petasan yang diarahkan ke  pemain kita,” kata Agus.

Wasit Diintervensi
Laga PSMS versus Persita yang berkesudahan 2-1 untuk PSMS, diwarnai protes dan lemparan botol untuk wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Wasit asal Lampung itu dinilai memimpin laga dengan buruk. Tak ayal, pihak PSMS pun berang dan beberapa kali berusaha menyerbu wasit.

Dan tindakan itu ternyata dianggap sebagai intervensi oleh pihak Persita. Manajer Persita, Pari Minarso berencana menuntut wasit dan pihak manajemen PSMS atas dugaan intervensi itu ke PT Liga Indonesia.
“Jelas kami akan adukan hal ini. Kami aman di Medan tapi tidak nyaman. Nanti draft laporannya kami susun di Jakarta,” koar Pari kesal.

Protes pertama diawali dengan keputusan Supratman yang meniupkan pluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit.Amarah penonton lantas tersulut dengan mulai melempari botol air mineral ke lapangan.

Supratman kembali membuat keputusan yang memicu protes PSMS. Ketika itu striker PSMS, Gaston Castano mencoba menerobos kotak penalti yang terpaksa dihentikan tiga orang pemain belakang Persita. Gaston terjatuh dan wasit tidak menganggapnya pelanggaran.

Kubu PSMS kembali melancarkan protes keras. Baik itu para pemain yang langsung berlari mengepung Supratman. Namun ia kembali tak bergeming dan kukuh pada keputusannnya. Kali ini lemparan botol air mineral semakin gencar diarahkan penonton. Selain itu bunyi petasan yang diarahkan ke lapangan membuat penjaga gawang Persita, Riky sempat tergeletak di lapangan.

Soal intrervensi dibantah Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. “Justru kita yang dikecewakan. Sudah sering kita diperlakukan seperti ini. Bahkan bermain di kandang seperti main di luar kandang. Saya pikir pertandingan akan menarik kalau wasit mampu bertindak fair play. Tidak ada intervensi kita hanya mau wasit tegas,” tukas Benny. (ful)


YM

 
PLN Bottom Bar