100 Unit Taksi Blue Bird Sudah di Medan

10:36, 17/09/2010
100 Unit Taksi Blue Bird Sudah di Medan
Ilustrasi: Taxi Blue Bird

MEDAN-Taksi Blue Bird bakal memanaskan persaingan moda transportasi darat di Kota Medan. Pasalnya, sebanyak 100 unit taksi untuk tahap pertama sudah masuk Kota Medan dan segera beroperasi tinggal menunggu syarat administrasi dan mendidik ratusan supir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Dearmando Purba mengatakan, masuknya taksi ini bukan menambah kepadatan lalulintas, melainkan untuk menciptakan persaingan antar sesama perusahaan taksi agar memberikan pelayanannya yang terbaik.

Dia menyebutkan, untuk tahap awal ini taksi Blue Bird hanya mengoperasikan 100 unit di Kota Medan dari quota yang disediakan sebanyak 500 unit. Hanya saja, untuk tahap awal tentunya harus dimulai 100 unit terlebih dahulu.
“Saya pikir Kota Medan tidak macet kali kalau ditambah jumlah taksi ini, bila dibandingkan dengan peningkatann
jumlah kendaraan pribadi yang terus bertambah,” ujar Dearmando.

Menurutnya, taksi yang ada sekarang ini mesti dibuat persaingan agar pelayanannya bisa bersaing, kemudian perlu keutamanan pelayanan yang lebih baik. Apalagil, pengguna taksi ini merupakan golongan eksekutif atau high class yang selalu ingin mendapatkan pelayanan terbaik. Untuk itulah, bagi setiap taksi harus memberikan pelayanan terbaiknya.

Dearmando juga membeberkan, masuknya taksi Blue Bird ini merupakan bagian yang bisa meningkatkan pariwisata di Kota Medan, sebab para supir taksi Blue Bird ini selain harus berlaku sopan, juga mengetahui seluk beluk Kota Medan serta beberapa situs sejarah yang layak dikunjungi oleh para wisatawan.

Menurutnya, dengan memunculkan persaingan ini bisa meningkatkan pelayanan terhadap para penggunanya. Begitu juga moda angkutan lainnya juga turut bersaing. “Jadi ini bukan mematikan taksi yang ada, tapi menciptakan persaingan demi meningkatkan pelayanan terbaiknya,”tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Rismaria Hutabarat mengakui, masuknya taksi Blue Bird bisa membantu promosi dan sebagai bagian layanan untuk moda angkutan pariwisata di Kota Medan.
“Kami sangat berharap, para supir Blue Bird paham dengan situs sejarah dan sejumlah tempat wisata di Kota Medan,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Keluarga Besar Supir dan Pemilik Kendaraan Reformasi (Kesper), Israel Situmeang menegaskan, masuknya taksi Blue Bird ke Kota Medan malah menambah beban kota, bila selama ini ada sekitar 700-an taksi di Kota Medan, kemudian ditambah 500 unit taksi Blue Bird justru semakin memadatkan Kota Medan. Untuk itulah, pihaknya menolak masuknya taksi Blue Bird di Kota Medan.

“Kami  bukan takut bersaing, tapi kami akan benahi seluruh armada taksi dan mendidik supir yang ada sekarang ini,” tegasnya. “Kami menolak masuknya taksi Blue Bird,” sambungnya.

Menurutnya, bila pihak Sinas Perhubungan Kota Medan memberikan izin, maka pihaknya bersama taksi lainnya akan menggelar mogok masal dan melakukan aksi turun ke jalan. Untuk itulah, ada baiknya taksi Blue Bird tidak masuk ke Kota Medan karena akan menambah beban kota.

Sementara itu, warga Kota Medan, Mala (32) mengaku, sangat terkesan ketika menaiki taksi Blue Bird di Jakarta. Sangat jauh bedanya taksi Medan yang ada dengan taksi Blue Bird. Dari mulai melayani hingga cara mengemudikan mobilnya terasa sangat nyaman.

“Supirnya juga rapi dan mobilnya juga wangi, sangat jauhlah bedanya. Kalau Blue Bird masuk Kota Medan ini justru sangat baik sekali,” ujarnya. Dia mengaku, bila Blue Bird masuk ke Kota Medan, tentunya menambah persaingan baru bagi taksi lokal dan bisa saling bersaing untuk menciptakan pelayanan yang terbaik. “Kalau bisa segera mungkin
saja Blue Bird masuk,” pintanya. (ril)


YM

 
PLN Bottom Bar