Tidak Boleh Ada yang Hilang

10:25, 16/01/2011

Lukas 15:8

“Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?”
Kerugian yang masih bisa diterima adalah sebuah istilah yang digunakan dalam dunia militer. Idenya adalah tentang kehilangan sesuatu dalam sebuah tindakan militer, tetapi setiap misi memiliki level kehilangan yang bisa diterima, berdasarkan resiko dan tujuan yang ingin dicapai. Lukas pasal 15 menceritakan tiga cerita tentang orang yang kehilangan tiga hal.

Jika Anda menggunakan matematika, mungkin Anda bisa melihat kisah ini dan mempertimbangkan persentase kehilangannya. Seorang pria yang memiliki 100 domba, kehilangan satu. Itu hanya kehilangan satu persen! Itu sepertinya masih bisa diterima. Wanita yang memiliki sepuluh uang koin dan kehilangan satu – masih saja kehilangan hanya sepeluh persen, dan itu masih bisa diterima. Seorang pria dengan dua anak, dan kehilangan satu. Kehilangan sebesar lima puluh persen, masih bernilai, mungkin kehilangan satu anak masih bisa terobati oleh waktu.

Tetapi Yesus bukan seorang yang suka berhitung ataupun akuntan. Dia tidak pernah mempertimbangkan persentase “kehilangan.” Dia mempertimbangkan jiwa-jiwa. Dan dalam cerita-cerita diatas, mereka mencari apa yang hilang, hal ini menyatakan bahwa bagi Yesus orang berdosa itu sangat-sangat berharga bagi Dia. Orang berdosa berharga bagi Yesus. Dia tidak menerima kehilangan sedikitpun dari jiwa-jiwa yang terhilang yang seharusnya datang kepada Anak Allah. Yesus tidak bersedia kehilangan satupun “domba” yang seharusnya binasa. Anda bisa melihat perbedaan antara prinsip yang diterapkan dunia ini dan prinsip Kerajaan Allah?

Hari ini kita diingatkan bahwa setiap orang begitu berharga di hadapan Tuhan Yesus. Dia tidak bersedia kehilangan satu orang pun. Tidak ada kata “kerugian yang bisa diterima” dalam kamus-Nya. (jc)


YM

 
PLN Bottom Bar