Rampok Bersenpi Gasak Rumah Pemilik Show Room

11:07, 24/01/2011
Rampok Bersenpi Gasak Rumah Pemilik Show Room
TERMENUNG: Glen Yansen Tuerah (kiri) termenung di depan rumahnya Komplek Timur Baru I di Jalan Timur No 69, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, setelah didatangi perampok, kemarin (23/1).//Adlan/Sumut Pos

Kerugian 300 Juta, Sepatu pun Diembat

MEDAN-Perampok beraksi lagi. Belum lagi terungkap perampokan bersenjata api terhadap toke beras di Komplek Perumahan Permata Hijau di Jalan Yos Sudarso, Minggu 5 Desember lalu, kejadian nyaris serupa terulang kemarin (23/1) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kali ini, perampokan terjadi di rumah pemilik show room sepeda motor Yamaha. Sheren Johana (40), pemilik rumah di Komplek Timur Baru I di Jalan Timur No 69, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, mengalami kerugian mencapai Rp300 juta.

Polisi menduga, keenam pelaku yang dilengkapi senjata api sejenis FN, merupakan pemain lama.
“Dugaan sementara, pelaku ini sama dengan peeampok bersenjata di Komplek Perumahan Permata Hijau,” beber Kapolsekta Medan Kompol Patar Silalahi di lokasi perampokan, kemarin.

Saat peristiwa perampokan terjadi, pemilik show room Yamaha di Jalan Sisingamangaraja, Padang Sidimpuan itu sedang bersama anaknya Glen Yansen Tuerah (15) dan keponakannya Fany (14), Lala (6) Niko (1 tahun 2 bulan) dan pembantu rumah tangga bernama Anik (28). Sedangkan suaminya Jhony Tuerah (43) sedang berada di Malaysia untuk mengurusi bisnisnya.

Pagi itu, Anik menggendong Niko sedang menyapu ruangan tamu dengan pintu depan terbuka. Tanpa disadarinya, sebuah mobil Kijang Innova berwarna hitam berhenti di depan rumah. Ia baru sadar ketika enam pria yang tidak dikenalnya langsung turun dan masuk ke rumah.

Glen yang juga melihat keenam pria itu masuk rumahnya, langsung mendatanginya dan menanyakan apa keperluannya. Namun para pelaku tidak menjawab, malah dua pria langsung mengeluarkan senpi sejenis FN dan menodongkannya ke arah dada Glen serta pembantunya.

“Mereka ada 6 orang, Dua orang menggunakan senpi langsung menodongkannya ke dada aku dengan ancaman akan ditembak. Kemudian mereka langsung membawa kami kedalam kamar tamu dilantai I. Aku disuruh telungkup bersama Anik yang lagi mengendong Niko,” ujar Glen yang ditemui dilokasi, kemarin.
Sementara itu, keempat pelaku dengan bersenjata golok langsung mencari penghuni rumah lainnya. Saat itu Johana yang sedang memasak di dapur, terkejut saat pelaku mengancam akan memunuhnya dan menodongnya sambil menodongkan golok.

Keempat pelaku naik ke lantai dua menuju ke kamar utama milik korban bersama Johana. Ternyata di kamar lainnya ditemukan dua orang anak yang juga keponakannya, Fany dan Lala.

Setelah pelaku berhasil melumpuhkan seluruh korban yang berada didalam rumah, Glen dengan tangan terikat tali tip sedangkan Anik yng menggendong niko tidak diikat didalam kamar Tamu.Kemudian, Johana bersama keponakannya Fany dan Lala diikat mengunakan tali tip didalam kamar keponakannya di Lntai II.
Lalu pelaku langsung mengacak-ngacak seluruh kamar di lantai II guna mencari barang berharga. Pelaku juga memaksa Johana untuk menunjukan barang berharga miliknya sambil menodongkan senpi dengan ancaman akan melukai mereka.

Karena takut, Johana memberikan dua set berlian, 5 unit jam tangan mewah, 5 unit HP, 1 unit laptop, dompet yang berisikan surat-surat kendaraan serta sepatu dan jaket yang total nilainya ditaksir mencapai Rp300 juta.
“Sepatu gitu aja pun diembat Bang,” Ujar Glen heran.

Setelah berhasil, sekitar pukul 07.45 WIB, pelaku langsung kabur dengan meninggalkan korban dalam keadan terikat. Karena Anik yang menggendong Niko tangannya tidak diikat langsung membuka ikatan ditangan Glen. Kemudian Glen langsung berlari menuju lantai II untuk melihat kondisi orang tuanya Johana serta melepaskan ikatannya.
“Karena Anik tangannya tidak diikat, langsung kusuruh buka ikatannya dan menyuruhnya untuk meliht kondisi pelaku apa sudah pergi. Kemudian aku melepaskan ikatan orang tua aku,” ucap Glen yang terus memegang tangannya yang masih bebekas ikatan tali tip tersebut.

Dengan berlari keluar rumah untuk menjumpai Satpam komplek serta warga sekitar untuk meminta tolong. Glen sempat memaki satpam yang tidak memperhatikan tamu yang masuk kedalam komplek tersebut.
“Aku langsung menjumpai satpam dan kumarhi merek karena tidak pernah memperhatikan tamu yang masuk kedalam komplek ini,” cetusnya.

Kapolsekta Medan Timur Kompol Patar Silalahi yang memimpin olah TKP kemudian meminta keterangan para saksi penghuni rumah maupun warga sekitar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang berjumlah 6 orang ini sangat mahir dan diduga pemain lama. “Dugaan sementara, pelaku ini mungkin sama dengan pelaku yang di kompleks Emerald Garden Jalan Putri hijau Medan. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan dan pelaku masih diburu,” beber Patar yang ditemui dilokasi.(mag-1)


YM

 
PLN Bottom Bar