Mahasiswa ITM Tewas dengan 14 Tusukan

11:12, 25/01/2011
Mahasiswa ITM Tewas dengan 14 Tusukan
Muhammad Agus Widyta Lubis semasa hidup.//ist

Diduga Dibunuh dan Dirampok Usai Pesta Sabu

MEDAN- Muhammad Agus Widyta Lubis alias Awit (20), seorang mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) jurusan Teknik Mesin Semester IV, ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Senin (24/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Putra satu-satunya mantan Calon Wakil Bupati Asahan Anas Fauzi Lubis periode 2010-2015 ini tewas bersimbah darah dengan tubuh penuh luka.

Jenazah Awit pertama kali ditemukan pacarnya Nita Aditya Ningsih (19). Pagi itu, Nita mengunjungi Awit di rumah kontrakan di Jalan Air Bersih, Gang Kasih No 34 B, Lingkungan VII, Kelurahan Sudirejo I. Mahasiswi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) jurusan FKIP yang memang memiliki kunci serap rumah kontrakan itu terkejut begitu membuka pintu dan langsung menuju ke kamar. Nita terkejut melihat tubuh Awit tertelungkup bersimbah darah.
Nita langsung menjerit dan keluar rumah untuk meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut mendatanginya dan melihat korban.

Namun karena ketakutan tidak ada yang berani menyentuh korban. Hingga kemudian dilaporkan ke Kepala Lingkungan dan diteruskan ke Polsekta Medan Kota.

Personel Polsekta Medan Kota yang menerima laporan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi terlihat Kanit Reskrim Polresta Medan Kompol Fadillah Zulkarnain dan Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota AKP S Simaremare.

Menurut informasi dari polisi yang melakukan olah TKP, Awit tewas dengan tangan kanan menggenggam mancis yang sudah tidak ada kepalanya lagi. Selain itu, di lokasi petugas menemukan alat hisap sabu (bong) dan plastik sisa sabu.
Menurut petugas forensik Polrsta Medan, di tubuh Awit ditemukan puluhan luka tusukan, diantaranya, 3 dibahagian dada, kedua cuping hidung digunting dan leher tembus. “Pembunuhan Brutal. Diperkirakan ada 14 tusukan, namun untuk kejelasannya akan kita otopsi dahulu,” kata personel tim identifikasi Polresta Medan.

Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat SIK menuturkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian anak kedua dari tiga bersaudara itu. Meski ia mengakui jika terdapat sejumlah luka tusukan di badan korban.

“Apakah karena overdosis narkoba, dengan pembuluh darah pecah atau karena luka itu belum dapat dipastikan. Tunggu hasil autopsi untuk tahu penyebab kematian korban,” jelas Sandy.
Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan Awit sedang berpesta narkoba sebelum kejadian. “Apakah dia makai narkoba bersama kawan-kawannya ini juga kita telusuri. Kalau iya, kawan-kawannya ini kita cari, “ ungkapnya.

Sejumlah barang-barang milik korban pun hilang. Selain itu, dompet dan identitas korban juga tidak ditemukan. “Keterangan pacar korban, sepeda motor Honda Vario dan laptop tidak ada ditemukan di TKP,” tuturnya.
Dikatakannya, modus kejadian tersebut masih diselidiki. Dimana, di TKP yang terlihat tidak ada kerusakan sebagai perlawanan korban. “Karena TKP nya rapi, tidak ada kerusakan,” bebernya.
Sedangkan pengakuan keluarga yang mencurigai bahwa teman kos korban, keterangan tersebut sangat dibutuhkan pihaknya untuk mendalami penyelidikan tersebut. “ Pengakuan keluarga itu sangat kita butuhkan. Nanti kita minta keterangan keluarga yang menyatakan itu, “ pungkasnya.

Kepala Lingkungan (Kepling) VII Sugiharto yang ditemui di lokasi mengatakan, rumah kos tersebut pernah digerebek Selasa (18/1) lalu karena kerap membawa wanita. Penggerebekan dilakukan bersama warga sekitar di pimpin oleh dirinya. Setelah itu, pihaknya menelepon orangtua Awit. “Karena sering bawa perempuan ganti-ganti, digerebek dan telepon orang tuanya. Karena tidak aktif, buat surat pernyataan dan diserahkan ke Kapolsek, “ ujar Sugiharto di lokasi.(mag-1)

Kronologi Pagi Berdarah di Gang Kasih
Jalan Air Bersih, Gang Kasih No 34 B, Lingkungan VII, Kelurahan Sudirejo I, Medan Kota

08.00 WIB
Nita Aditya Ningsih, pacarnya Awit datang ke rumah kontrakan dengan membawa kunci serap dan membuka pintu. Di kamar, ia melihat Aswit sudah tidak bernyawa.

08.03 WIB
Nita berlari keluar rumah kontrakan meminta tolong kepada warga sekitar. Warga berdatangan melihat jenazah Aswit dengan kondisi mengenaskan.

08.08 WIB
Warga memberitahu ke Kepling dan meneruskan ke polisi

08.15 WIB
Polisi tiba melakukan olah TKP didampingi Tim Forensik Polresta Medan.

11.00 WIB
Jenazah dibawah ke RSU Pringadi untuk di otopsi.


YM

 
PLN Bottom Bar