Dua Hari Terlantar di Jakarta, 15 Mahasiswa Sumut Tiba

11:00, 05/02/2011

Setelah beberapa hari tidak bisa berkomunikasi akibat krisis politik di Mesir, akhirnya Hafizah Siregar berhasil dievakuasi pemerintah dan dikembalikan ke Medan, Jumat (4/2). Setelah diwawancarai wartawan, mahasiswi fakultas Agama Islam itu langsung pulang keluarganya pulang ke rumah di Jalan Genteng Ujung Gang Keluarga No 9 Delitua, Deli Serdang.

Diapari Siregar (46) orangtua dari Hafizah Siregar (19) yang ditemui di Bandara Polonia Medan, mengucapkan syukur putrinya bisa pulang ke Medan dengan selamat. Saat ini, Diapari tinggal menungu putranya Algifari Siregar (20) yang masih di Mesir.

Kondisi Abuzhar saat ini masih aman, walaupun harus berpindah-pindah tempat tinggal. “Kemarin ia (Abuzhar) tinggal di Himpunan Mahasiswa Medan di Mesir. Tapi saat ini ia lebih banyak berpindah-pindah tempat dari kost ke kost temannya,” tegas Siregar.

Informasi dari putranyaAbuzar, saat ini kondisi di Mesir semakin mencekam dan mengkhawatirkan. Terjadi penjarahan di sana-sini. “Kamar Abuzhar pernah digedor orang yang tidak dikenal, tapi Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya,” jelas Diapari.

Komunikasi terkahir pukul 14.20 kemarn, Abuzhar menyatakan bahwa stok makanan mulai menipis. “Apalagi di Mesir money charger pada tutup sedangkan uang dolar tidak bisa digunakan untuk berbelanja stok makanan,” Kata Diapari.

Dirinya berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk mengevakuasi warga Sumut yang masih terjebak di Mesir.
Sementara itu ibu Hafizah, Ratna Mauli Lubis (45) belum bisa bergembira sepenuhnya karena putranya Abuzhar belum bisa dievakuasi.

Ratna sangat khawatir karena tempat demontrasi rakyat Mesir berdekatan dengan kontrakan dan asrama putranya. Walaupun begitu, dirinya tetap bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan dirinya untuk bersatu kembali dengan putrinya.

Sementara itu, Hafizah Siregar sangat bersyukur bisa sampai ke Medan. Ia mengatakan, Abuzhar masih baik dan sehat walaupun ke depannya ia sangat khawatir karena tidak ada jaminan keselamatan dari pemerintah Mesir. Dia berharap pemerintah segera melakukan evakuasi terhadap WNI.

Pempropsu Tidak Peduli
Bersamaan dengan kedatangan Hafizah Siregar, 15 mahasiswa asal Sumut lain tiba di Bandara Polonia. Diantaranya anak Anggota DPRD Sumut, M Nuh, bernama Zunairah dan keponoakan Rabbi Radyah. “Alhamdulilah mereka sehat,” kata M Nuh kepada Sumut Pos, tadi malam.

Ada cerita miris ketika para mahasiswa itu tiba di Medan. Rata-rata dari mereka menyatakan kekecewaannya karena merasa pemerintah Sumut tidak peduli. “Saya sangat kecewa dengan sikap pemerintah Sumut. Padahal presiden sudah mengimbau dan memberikan intruksi agar pemerintah daerah masing-masing memfasilitasi kepulangan mahasiswa yang kuliah di Mesir saat tiba di Jakarta,” kata Toyip Rambe, mahasiswa semester akhir asal Tapanuli Selatan, kemarin.

“Pemerintah daerah lain begitu respon dan antusias terhadap kehadiran warganya di Jakarta. Sementara mahasiswa asal Sumut terlantar di Jakarta selama dua hari,” tambahnya.

Untuk saat ini berdasarkan informasi dan data yang diperoleh bahwa jumlah mahasiswa Sumut yang sudah kembali ke Medan sekitar 15 orang. Ia sempat berharap ada pihak lain yang menghubungi pemerintah Sumut untuk menjemput mereka yang baru tiba dari Mesir, namun harapan itu sia-sia. (rud)


YM

Kata kunci pencarian berita ini:

 
PLN Bottom Bar