Kunci Takwa Adalah Akhlak

10:21, 07/09/2010

MEDAN-Anggota DPD RI, Rahmat Shah mengelar acara buka puasa bersama di kediamanannya, Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (5/6).

Rahmat Shah dalam kata sambutannya mengatakan, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami cobaan yang berat, seperti masalah perbatasan wilayah dengan negara tetangga, penegakan hukum, bencana alam, kemiskinan, tindak kriminal serta kejahatan dengan berbagai modus.

“Kita harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan bahwa berbagai cobaan dan permasalahan yang kita alami Insya Allah akan selesai dengan sebaik-baiknya yang dikelola oleh para pemimpin-pemimpin rakyat sebagai pemegang amanah kita bersama, baik skala nasional, maupun di daerah provinsi, kabupaten/kota sampai pada struktur yang terkecil,” ujarnya.

Karenanya, sambung Rahmat, kita harus terus menjaga tali silaturahim. Sehingga melalui silaturahmi akan terbentuk persatuan dan kesatuan. Apalagi di bulan Ramadan ini, kita dalam proses menjadi insan-insan yang bertaqwa. “Salah satu kunci taqwa dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah akhlak. Melakukan sesuatu dengan niat baik, tujuan baik, itikad baik, dan dengan hati yang bersih. Kalau pemimpin sudah kehilangan akhlak, maka ia akan buta dalam membuat keputusan. Ia akan cenderung mengambil keputusan yang keliru dan tidak bermoral dan berdampak pada masyarakat luas,” tambahnya.

Menurutnya, masalah yang krusial yang harus diselesaikan di antaranya, penegakan hukum, terutama dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi, pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung, program pembangunan yang pro rakyat miskin, dunia pendidikan, jaminan investor dan lapangan kerja, serta pelestarian lingkungan hidup.

“Sarana dan prasarana serta aset-aset pemerintah, seperti balai latihan kerja, hendaknya diberdayakan guna mengatasi berbagai persoalan bangsa kita seperti, lapangan kerja, investasi dan kesejahteraan,” tuturnya.

Sebagai anggota DPR RI, Rahmat bersama anggota DPD RI asal pemilihan Sumut mengaku telah berjuang, khususnya dalam bidang legislasi, dimana telah beberapa kali melakukan amandemen undang-undang yang intinya menyesuaikan dengan tuntutan zaman serta keberpihakan dalam keadilan, kesejahteraan, dan hak azasi manusia.
Sementara itu, dalam ceramah Ramadannya, Prof dr Nur Ahmad Fadil Lubis, MA yang juga Rektor IAIN Sumut mengatakan, evaluasi ibadah puasa Ramadan melalui manajemen menerapkan MBO (Manajemen by Objective) yakni mengatur dan mengelola sesuatu dengan tujuan yang baik.

Begitu pula halnya dengan puasa yang bertujuan untuk mencapai taqwa, bersyukur dan menjadi lebih cerdas dan pintar.

“Ilmu membedakan antara manusia dengan makhluk tuhan lainnya. Ilmu inilah yang yang menjadi modal untuk kebaikan ataupun keburukan di dunia. Sementara ilmu adalah amanah dari Allah,” ujarnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, tokoh pengusaha, tokoh pemuda, tokoh olahraga serta di antaranya Wagubsu anggota DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri, Kordinator Kopertis Wilayah I Sumut dan NAD, prof Zainuddin serta Prof Bachtiar Hasan Miraza, Ir Joefly J Bahroeny, Ketua KPID Sumut, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Aweng, Ketua PWI Sumut, drs M Syahrir, dan lainnya. (ila)


YM

 
PLN Bottom Bar