Bersihkan Diri dari Sifat-sifat Tercela

09:28, 08/09/2010

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin SE mengatakan, puasa Ramadan merupakan ujian dan latihan mengendalikan diri dari hawa nafsu. Dengan harapan, berkat latihan yang dilaksanakan selama satu bulan penuh, akan memberi dampak positif bagi pengendalian diri. Namun bukan hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga setelah Ramadan berakhir.

“Jika kita mampu mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, berarti kita sudah berusaha untuk membersihkan diri dari sifat-sifat tercela. Inilah salah satu hikmah buka puasa Ramadan yang perlu kita perdalam dan laksanakan pada saat sekarang ini. Sebab dengan bersih jiwa kehidupan kita akan baik,” kata Gubsu dalam sambutannya, pada silaturahmi dan buka puasa bersama di Restoran Lembur Kuring Medan, Minggu (5/9) malam.

Turut hadir pada acara itu diantaranya Pendiri LIRA Drs Hendrik H Sitompul MM, Kepala Biro Pemerintahan Umum Pempropsu Anto SH SPN, GM Consumer Service Sumatra Overlis, Kepala Kantor BC Polonia Hendi, pejabat BUMN, mitra kerja dan undangan lainnya.

Sementara, pendiri LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Drs Hendrik H Sitompul MM berharap, melalui silaturahmi itu dapat mempererat hubungan terhadap seluruh mitra kerja. Secara pribadi, Hendrik tidak ingin hubungan silaturahmi terputus walau dirinya kini sudah menjadi pengusaha nasional. “Melalui pertemuan ini, saya sampaikan bahwa saya kini sudah lebih banyak melakukan aktivitas di luar Sumut. Namun hubungan yang selama ini kita jalin, saya berharap tetap kita pertahankan hingga tahun 2014,” kata Hendrik yang kini dipercayakan duduk di kepengurusan DPP Partai Demokrat.

Selain itu, Hendrik berharap kepada relawan LIRA, agar mulai membuka diri untuk memberi kontribusi yang lebih besar lagi untuk bangsa dan negara. Untuk itu, relawan-relawan LIRA diajak untuk membangun kerjasama dan berkarya melalui partai politik.
Diujung acara, Hendrik Sitompul menyerahkan bingkisan Idul Fitri kepada seluruh mitra kerjanya.(ade)


YM

 
PLN Bottom Bar