Universitas Muslim Nusantara Gelar Seminar Bahasa

10:52, 03/11/2010

Pascasarjana Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah berencana menggelar seminar di kampus tersebut pada 20 November 2010. Seminar yang diadakan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia mengangkat topik ‘Tokoh Penjaga Taman Bahasa Indonesia’ ini akan menghadirkan pembicara utama Wakil Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST.
Pembicara lain dalam seminar menyambut ‘Bulan Bahasa Tahun 2010 tersebut, Dr Tamalia Alisyahbana, puteri Tokoh Bahasawan, Prof Sultan Takdir Alisyahbana, Guru Besar FBS Unimed, Prof Dr Khairil Ansari MPd, Prof Dr Hasanuddin dan Dosen PPs UMN Al-Washliyah, Dr Mutsyuhito Solin MPd.

Dalam kegiatan yang didikuti civitas akademika UMN Al-Washliyah, guru Bahsa Indonesia se-Kota Medan dan masyarakat umum ini akan dilaksanakan pemacangan papan nama ‘Aku Cinta Bahasa Indonesia’ oleh Rektor UMN Prof Hj Sri Sulistyawati SH MSi PhD.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Seminar, Ir Zulkarnain Lubis MSi didampingi Ketua Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Medan yang juga Koordinator Acara, Shafwan Hadi Umry dan Panitia lain, Drs Rinawaty MHum di Medan, Selasa (2/11). ‘’Seminar Bahasa Indonesia UMN Al-Washliyah ini memperkenalkan tokoh bahasawan yakni Prof Sutan Takdir Alisyahbana dan Drs Sabaruddin Ahmad,’’ kata Zulkarnain.

Ia menyebut, Sutan Takdir Alisyahbana merupakan sastrawan besar Indonesia yang memperkenalkan gerakan pujangga baru sekaligus peletak dasar linguistik (tata bahasa) dalam bukunya Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Sedangkan Sabaruddin ahmad dikenal sebagai pengarang buku-buku Bahasa Indonesia seperti Seluk Beluk Bahasa Indonesia, Pengantar Sastra Indonesia, Sari Prama Sastra Indonesia dan beberapa diktat kuliah dan artikel surat kabar di Medan.

Zulkarnain menambahkan, bagi calon peserta seminar dapat mendaftarkan diri ke panitia seminar di kampus UMN Al-Washliyah Jalan SM Raja/Garu II Nomor 2 Medan. ‘’Setelah seminar, peserta diharapkan dapat memahami konsep dan dasar pemikiran para bahasawan. Juga mengenal dan menghargai kiprah Sabaruddin sebagai pejuang bahasa tiga zaman. Selain itu memahami dan menghargai Bahasa Indonesia sebagai jati diri bahasa,’’ imbuhnya.

Shafwan Hadi Umry yang pernah menjadi Kepala Balai Bahasa Medan mengkritisi penggunaan Bahasa Indonesia yang terkadang tak sesuai aturan berlaku. Ia mencontohkan, pemberitaan Paul Gurita Tutup Usia dimana penggunaan kata tutup usia itu harusnya digunakan pada manusia. Sedangkan untuk binatang cukup menggunakan kata mati. ‘’Penggunaan bahasa sekarang bagai semak belukar. Karenanya melalui seminar ini kita akan mencabut semak agar taman Bahasa Indoneia tertata rapi,’ terangnya. (*/dmp)


YM

 
PLN Bottom Bar