Masih Trauma Aku Bang…

10:11, 07/02/2011

Penculikan Mahasiswi Universitas Michgan, AS

MEDAN-Drama penculikan Dewanti Br Sitorus berakhir sudah. Mahasiswi pascasarjana (S-2) di Universitas Michigan, Amerika Serikat yang diculik sopir taksi sejak dari Bandara Polonia Medan Jumat (4/2) malam itu sudah dikembalikan ke keluarganya, Minggu (6/2). Kedua orangtua Dewanti, L Sitorus (60) dan M Br Sijabat (58)n
akhirnya bisa mendekap putrinya itu sekitar pukul 21.00 WIB.

Pun begitu, L Sitorus, ayah 7 anak yang ditemui di rumah anaknya di Jalan Kapas II No 6 Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, ini tak ingin publik mengetahui lebih banyak kisah penculikan anak bungsunya itu.

”Yang penting anakku udah kembali. Tolonglah jangan diberitakan lagi. Kami takut ada efek samping sama anakku ini nanti,” ujar L Sitorus yang dating langsung dari Desa Lumban Julu, Toba Samosir ini.

Dewanti akhirnya bersedia ditemui wartawan untuk sekadar berbincang. Duduk lesehan sambil melipat kaki di atas tikar, perempuan berkulit putih itu akhirnya berbicara. ”Masih trauma aku Bang. Tolonglah… jangan dimasukkan lagi di koran. Malu aku nanti,” ujarnya ditemani ibunya M br Sijabat.

Wajah Dewanti masih terlihat pucat. Pun begitu, Alumni Sarjana Ekonomi Manajeman UGM, yang melanjutkan pendidikannya di negara Paman Sam ini sempat bercerita bahwa selama dia diculik oleh supir taksi, dia tidak pernah dilukai. Hanya saja, semua barangnya berupa Laptop, Uang dolar US, dan barang-barang berharga lain berkisar Rp40 juta diambil penculik.

Dia menceritakan, dia tidak mengetahui ke mana saja dibawa penculik. Kedua matanya ditutup. ”Tanganku pun diikat pakai tali nilon,” ujarnya sembari menunjukkan bekas jeratan tali di pergelangan tangannya.

Menurutnya, penculik berjumlah 2 orang itu menurunkanya di sekitar Rumah Sakit Jiwa Pusat dekat simpang Perumnas Simalingkar Medan, Sabtu (6/2) malam sekira pukul 00.00 WIB. Ketika diturunkan, kedua matanya masih ditutup kain namun kedua tangan sudah dilepaskan dari ikatanya.

”Gitu aku mau diturukan, orang itu langsung membuka ikatan tanganku,” ujarnya.
Berbekal ingatan nomor HP abangnya, N Sitorus yang tinggal di Perumnas Simalingkar, Dewanti menghubungi nomor tersebut melalui ponsel warga yang kebetulan melintas.

Wanita yang tadi malam mengenakan kaus oblong berwarna putih ini tidak mengetahui persis nama taksi yang ditumpanginya dari Bandara Polonia Medan itu.

Dewanti mengatakan, setelah keluar dari pintu kedatangan Dalam Negeri, ia mengambil tiket taksi persis konter penjualan tiket taksi resmi di depan pintu keluar. ”Penjual tiketnya cewek.  Tiket itu kubayar Rp60 ribu karena katanya segitu ongkosnya ke Perumnas Simalingkar ini,” ujar pegawai di Departemen Keuangan Pusat Jakarta itu.
Saat ditanya informasi lainnya, L Sitorus, ayahnya meminta untuk menyudahi wawancara. ”Udah lah itu Dek… yang penting anakku udah pulang. Kami sekeluarga masih capek. Mulai pagi kami capek. Baru aja siap acara upa-upa di rumah ini,” ungkap lelaki yang rambutnya sudah memutih itu.

Bahkan L Sitorus beserta keluarga lainya mewanti-wanti agar wartawan koran ini tidak mengambil foto Dewanti.
Lanjut L Sitours lagi, dia akan membawa Dewanti pulang ke Lumban Julu, untuk diupa-upai lagi. ”Besok (hari ini) kami pulang kampung. Kami mau buat  upa-upa lagi di kampung,” ujar L Storus.

Dewanti Br Sitorus (24) menghilang setelah dibawa oleh seorang supir taksi.  Ceritanya, Jumat (4/2) malam lalu. Pegawai Departemen Keuangan RI yang sedang studi S2 di Universitas Michigan, Amerika Serikat, sempat mengabarkan disekap di gubuk kecil dengan kedua kakinya diikat menggunakan rantai.

Dengan nada pelan, Dewanti mengatakan, penculiknya adalah supir taksi yang membawanya dengan ciri-ciri berbadan gemuk. “Di sini gelap kali bang. Mungkin ini di daerah Delitua,” ujar abangnya, N Sitorus menirukan omongan Dewanti malam itu.

Dewanti masih sempat mengatakan bahwa penculik adalah 2 laki-laki berlogat Karo. Sayang, Dewanti tidak hafal secara pasti taksi apa yang ditumpanginya dari Bandara Polonia Medan. Yang pasti, warna taksinya merah puith dengan nomor stiker 0844.

Gadis kelahiran Lumban Julu ini adalah alumnus Fakultas Ekonomi Manajemen di UGM yang diwisuda Juli 2009 lalu. Dia kemudian diterima di Departemen Keungan RI di Jakarta. Awal Januari 2010, bungsu dari 7 bersaudara ini mendapat beasiswa kuliah pascasarjana di Universitas Michigan USA dari Depkeu RI.(mag-8)


YM

 
PLN Bottom Bar